Pasien dalam Pengawasan Virus Corona Dibebaskan dari Biaya Perawatan

Kompas.com - 13/03/2020, 13:29 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
Penulis Mela Arnani
|

2. Melakukan kesiapsiagaan, deteksi, serta respons di pintu masuk negara dan di wilayah.

3. Penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan perawatan dan rujukan serta fasilitas penunjang seperti laboratorium dan bahan logistik kesehatan yang diperlukan beserta jejaringnya secara terpadu dan berkelanjutan.

4. Pelaksanaan koordinasi dengan lintas sektor untuk efektivitas dan efisiensi upaya penanggulangan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) atau Covid-19.

Baca juga: 4 Hari Dikira Pneumonia, Seorang Pengacara di New York Positif Virus Corona

Informasi yang dihimpun, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan akan dibebankan pada anggaran Kemenkes, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Secara rinci, pembebasan biaya pasien PIE dijelaskan dalam Permenkes Nomor 59 Tahun 2016, berlaku dengan ketentuan situasi di luar kejadian wabah.

Yaitu, dimulai sejak pasien ditetapkan sebagai suspek atau pasien dalam pengawasan hingga keluar hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan/atau dimulai sejak pasien dinyatakan positif menderita penyakit infeksi emerging tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium hingga dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria atau meninggal.

Baca juga: Kasus Pertama Virus Corona di China Dilacak hingga 17 November 2019

Adapun pembebasan biaya meliputi:

  • Komponen biaya administrasi pelayanan
  • Pelayanan dan perawatan di IGD, ruang isolasi, ruang ICU dan jasa dokter
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik, laboratorium dan radiologi sesuai dengan indikasi medis
  • Obat-obatan, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai
  • Rujukan
  • Pemulasaran jenazah seperti kantong jenazah, peti jenazah, transportasi dan penguburan

Sebagai tambahan informasi, hingga Jumat (13/3/2020) pukul 12.20 WIB, corona virus telah menginfeksi 134.769 orang di seluruh dunia dan menewaskan 4.983 orang.

Kendati demikian, tingkat kesembuhan juga tinggi yaitu sebanyak 70.388 kasus dinyatakan pulih.

Baca juga: Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Beda Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X