Para Akademisi Dunia tentang Corona: Dari Pandemi, Isolasi hingga Reaksi

Kompas.com - 13/03/2020, 13:10 WIB
Orang-orang yang memakai alat pelindung diri berdiri di checkin bagasi di dalam terminal keberangkatan internasional di Bandara Melbourne Tullamarine, di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020.  EPA-EFE/JAMES ROSS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUT JAMES ROSSOrang-orang yang memakai alat pelindung diri berdiri di checkin bagasi di dalam terminal keberangkatan internasional di Bandara Melbourne Tullamarine, di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020. EPA-EFE/JAMES ROSS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUT

KOMPAS.com - Virus corona telah dinyatakan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai pandemi global.

Update hingga Jumat (13/3/2020) telah ada 128.343 kasus positif virus corona di lebih dari 100 negara di dunia. 

Sejumlah negara melakukan kuncian untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali menyebar dair Wuhan, China akhir Desember 2019 itu. 

Sementara beberapa pakar akademik menyarankan langkah-langkah untuk mengekang Covid-19, seperti salah satunya memberikan jarak sosial.

Jarak sosial

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chand, AS Michelle A. Williams mengatakan pada 10 Maret, Universitas Harvard mengumumkan rencana memindahkan semua pengajaran online mulai 23 Maret.

Menurut Williams, jarak sosial yang berhasil dipraktikan oleh beberapa kota selama pandemi flu 1918 adalah pertahanan terbaik terhadap efek cascading Covid-19.

Williams mengatakan, saat ini tidak bisa lagi berharap untuk mengatasi penyebaran virus secara global. Apalagi menunggu vaksin yang masih 18 bulan lagi, atau membuang energi pada pelacakan kontak.

"Cara paling efektif untuk meredamnya adalah melalui jarak sosial, meliputi membatasi perjalanan, membatalkan acara berskala besar dan pertemuan-pertemuan," katanya seperti dikutip dari weforum.org.

Baca juga: Covid-19 Resmi Pandemi Global, Bagaimana Kabar Vaksin Virus Corona?

Sementara Profesor Yik-Ying TEO, Dekan School of Public Health, National University of Singapore mengatakan, penularan Covid-19 selanjutnya akan berlanjut di banyak negara.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X