Saat Negara-negara Berjibaku Perangi Virus Corona...

Kompas.com - 28/02/2020, 09:34 WIB
Perempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran.  EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH ABEDIN TAHERKENAREHPerempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran. EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH
Penulis Mela Arnani
|

Bahkan, Iran telah menutup perbatasan mereka.

UEA, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Afghanistan, Pakistan dan Esonia di Eropa Utara semuanya mencatat kasus baru virus pada orang yang bepergian dari Iran.

Baca juga: Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

Endemik dan Pandemik

Meskipun virus corona telah menyebar ke puluhan negara, WHO belum menyebut virus ini sebagai pandemik.

Kendati begitu, para ahli tetap khawatir terhadap penyebaran wabah dan jumlah orang yang akan terinfeksi.

Pihak-pihak yang berwenang juga tetap mempersiapkan kemungkinan Covid-19 sebagai pandemik selanjutnya yang harus dihadapi dunia.

Sampai saat ini, status wabah virus corona masih dikategoikan sebagai epidemik.

Epidemik biasanya ditujukan untuk kasus penyakit yang mengalami peningkatan tiba-tiba dan di atas jumlah kasus yang diperkirakan pada populasi di suatu wilayah.

Ini terjadi ketika suatu penyakit menyebar secara cepat ke banyak orang.

Misalnya, epidemik SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pada 2003 silam yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia.

Sedangkan, istilah pandemik diberikan untuk penyakit menular yang mengancam banyak orang di dunia secara bersamaan.

Contoh terbaru adalah pandemik flu babi pada 2009 silam yang membunuh ratusan ribu orang.

Baca juga: Berikut 11 Negara di Eropa yang Mengonfirmasi Positif Virus Corona

Pandemik lebih mungkin terjadi pada virus baru, yang dapat menular dengan lebih mudah dan menyebar antar manusia secara efisien dan berkelanjutan.

WHO membagi fase pandemik flu menjadi 6 fase, dengan periode tiap fase berbeda-beda.

Sementara perbedaan antara epidemik dan pandemik sering tak begitu jelas.

Alasannya, beberapa penyakit bisa menjadi lebih lazim atau lebih mematikan dari waktu ke waktu.

Ketika epidemik terjadi, suatu penyakit tengah menyebar secara aktif, meskipun terkadang sebuah epidemik dapat dikendalikan di suatu wilayah tertentu.

Namun, saat menyebar hingga negara atau benua lain, epidemik bisa berubah menjadi pandemik.

Sehingga, pandemik ditujukan bagi epidemik yang menyebar di sejumlah negara dan benua.

Biasanya berdampak pada manusia dalam jumlah besar.

Baca juga: Saat Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Terus Melonjak Tajam...

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X