Saat Negara-negara Berjibaku Perangi Virus Corona...

Kompas.com - 28/02/2020, 09:34 WIB
Perempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran.  EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH ABEDIN TAHERKENAREHPerempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran. EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH
Penulis Mela Arnani
|

Iran telah mendesak warganya menghindari perjalanan yang tidak perlu di dalam negeri dan membatalkan shalat Jumat di Teheran dan kota lainnya.

Sedangkan, Negeri Kangguru Australia telah memperpanjang larangan pengunjung asing dari daratan China.

Italia, di mana virus corona telah menyebabkan 14 orang meninggal, melakukan karantina 11 kota.

Yunani telah membatalkan seluruh kegiatan karnaval.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengisolasi Diri Sendiri apabila Terkena Virus Corona?

Bagaimana penutupan sekolah di Jepang?

Penutupan mulai berlaku pada Senin (24/2/2020) dan akan berlangsung hingga akhir liburan musim semi atau awal April.

Langkah tersebut berpengaruh terhadap sekitar 13 juta siswa.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menuturkan, minggu-minggu pertama bulan Maret akan menjadi periode sangat kritis untuk mencegah penularan virus.

Ini mengikuti keputusan China untuk tidak membuka kembali sekolah di sana setelah liburan Festival Musim Semi.

Sebaliknya, hampir 200 juta siswa diminta mengikuti kelas online dari rumah masing-masing.

Hong Kong juga menutup sekolah hingga April 2020 mendatang.

Banyak orangtua di Jepang khawatir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan anak-anaknya, terutama jika orangtua bekerja.

Para pejabat mengatakan, pusat penitipan anak dan fasilitas setelah sekolah dapat tetap terbuka.

Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang.

Seorang wanita berusia 40-an tahun di Osaka dinyatakan positif untuk kedua kalinya setelah sebelumnya sudah pulih.

Baca juga: Jepang Konfirmasi Kematian Pertama Kasus Virus Corona

Apa yang terjadi di Iran?

Teheran telah mengumumkan 26 kematian dan 245 kasus terkonfirmasi.

Bahkan, beberapa pejabatan negara ini terinfeksi, termasuk Wakil Menteri Kesehatan Iran Harirchi.

Michael Ryan dari WHO mengatakan bahwa tingkat infeksi di Iran mungkin lebih luas dari yang dikira.

Namun menurutnya, negara tersebut mempunyai kapasitas klinis sangat tinggi dan kematian 10 persen saat ini untuk kasus di sama mungkin mencerminkan skrining yang tidak mengambil kasus virus corona ringan.

Juru bicara kementerian kesehatan Kianush Jahanpur meminta Iran untuk menghindari perjalanan tidak perlu di dalam negeri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X