Swiss, Austria dan Kroasia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

Kompas.com - 25/02/2020, 21:36 WIB
Warga mengenakan masker wajah guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat berjalan melintasi Piazza del Duomo di Milan, Italia, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. AFP/ANDREAS SOLAROWarga mengenakan masker wajah guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat berjalan melintasi Piazza del Duomo di Milan, Italia, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.

KOMPAS.com – Tiga negara di Eropa, yaitu Austria, Swiss dan Kroasia untuk pertama kalinya melaporkan kasus infeksi virus corona penyebab penyakit COVID-19 pada Selasa (25/02/2020).

Temuan kasus di tiga negara tersebut menambah daftar panjang penyebaran virus yang pertama kali menyebar dari kota Wuhan, provinsi Hubei, China di Eropa. 

Mengutip dari The Guardian, Austria melaporkan dua kasus positif virus corona pertamanya di Provinsi Tyrol.

Belum ada kepastian dari mana sumber wabah virus corona di Austria tersebut berasal.

Tetapi diketahui Tyrol berbatasan langsung dengan negara Italia bagian utara di mana para pejabat setempat berjuang untuk mengatasi semakin banyaknya kasus di negara itu.

Apalagi jarak antara Tyrol dengan pusat region Lombardia, Italia hanya 360 kilometer atau 4 jam perjalanan. 

Kroasia

Sementara itu Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic juga mengonfirmasi adanya temuan kasus virus corona pertama di negaranya.

Kasus pertama ini adalah seorang pasien yang tengah dirawat di rumah sakit ibukota, Zagreb.

“Pasien di klinik Zagreb untuk penyakit menular. Itu adalah orang yang lebih muda dan dia memiliki gejala yang lebih ringan. Dia berada dalam isolasi dan kondisinya baik saat ini,” kata Plenkovic pada konferensi pers sebagaimana dikutip dari Guardian.

Menteri Kesehatan Kroasia Vili Beros mengatakan pasien telah tinggal di Milan dari 19 hingga 21 Februari 2020. Diduga, pasien tersebut tertular wabah virus corona yang juga sedang menyebar di Italia. 

Baca juga: Melihat Kota-kota di China, Korea dan Italia yang Dikarantina karena Virus Corona

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X