Emosional di Sekolah, Anak 6 Tahun Ini Dibawa ke Fasilitas Kesehatan Mental

Kompas.com - 18/02/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi anak ShutterstockIlustrasi anak

Menurut pengacara dari ibu Nadia, Reganel Reeves, perwakilan sekolah menghubungi ibu Nadia setelah mereka memutuskan untuk memebawa anak tersebut ke fasilitas kesehatan mental.

Reeves mengatakan bahwa Nadia adalah anak berkebutuhan khusus yang memiliki  tantrum emosi di sekolah.

"Dia telah didiagnosis dengan attention deficit hyperactivity disorder, yang dikenal juga sebagai ADHD, sebuah kelainan mood dan juga sedang diperiksa jika ia mengalami gejala autis," kata pengacara ibu Nadia sebagaimana dikutip CNN.

Dalam sebuah pernyataan, Sekolah Duval County mengatakan, staf sekolah mengikuti prosedur saat terjadi kasus ini dan ketika mereka memberitahu orang tua Nadia.

Keputusan untuk membawanya di bawah kuasa Baker Act dibuat oleh profesional dari kesehatan mental yang dipekerjakan dengan Child Guidance, sebuah organisasi nirlaba perawatan kesehatan perilaku.

"Ketika perilaku siswa menunjukkan bahaya kepada siswa tersebut ataupun lainnya, prosedur sekolah adalah untuk memanggil Child Guidance," kata pihak sekolah.

Hasil pemeriksaan

Saat ini, ibu Nadia tengah meminta jawaban dari pihak Love Grove Elementary School di Jacksonville untuk menangani insiden yang terjadi pada 4 Februari 2020 itu.

Konselor yang memeriksa Nadia, mendiagnosisnya dengan kelainan mood selain latar belakang ADHD yang dimiliki. 

Menurut pengacara ibu Nadia, baru-baru ini, obat yang dikonsumsi olehnya berubah. Kondisi ini disebut mungkin menjadi alasan kasus Nadia. 

Atas perilakunya tersebut, Nadia dinilai perlu dirawat sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Mental Florida tahun 1971, yang biasa disebut sebagai Undang-Undang Baker.

Deputi Kantor Polisi Jacksonville dipanggil ke sekolah untuk menemani dan membawa Nadia ke fasilitas kesehatan mental.

Berdasarkan, potongan video dari kamera yang dipasang di tubuh polisi menunjukkan bahwa anak tersebut berjalan dengan tenang meninggalkan sekolah.

Menurut pihak sekolah umum di wilayah Duval, sekolah hanya meminta bantuan dari konselor dengan Child Guidance Center ketika siswa menunjukkan perilaku yang dapat berisiko bagi dirinya ataupun orang di sekitarnya. 

Ia mengatakan bahwa sejumlah langkah telah diikuti untuk mencoba dan menurunkan ketegangan situasi sebelum konselor dipanggil dan orang tua siswa dipanggil. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X