Editor's Letter untuk Sadap WhatsApp, Menteri Buruk, Limbah Radioaktif, dan Matt Wright

Kompas.com - 17/02/2020, 15:54 WIB
ilustrasi WhatsApp reuters.comilustrasi WhatsApp

KOMPAS.com - Bagaimana keseruanmu sepekan kemarin? Apakah ada yang kebagian coklelat? Atau malah membagi cokelat?

Cokelat memang identik dengan Valentine's Day selain bunga dan kartu ucapan tentunya.

Bersyukur, 14 Februari 2020 tidak riuh pedebatan soal perayaan satu hari yang banyak orang tidak terlalu peduli juga sebenarnya.

Saya sendiri mengingat dan menanti-nanti hari kasih sayang itu ketika masih remaja. Setelah menikah dan berkeluarga, ingatan itu muncul lagi setelah anak pertama saya tumbuh menjadi remaja.

Siklus itu mungkin akan berulang buat saya ketika cucu saya beranjak remaja hahaha. Btw, selamat hari kasih sayang, ya. Meskipun tidak mengingat dan menanti-nanti, kasih sayang saya tidak berkurang.

Sepekan kemarin, banyak kejadian menarik. Namun, untuk mengetahui yang menarik sekaligus yang penting, saya bagikan empat pokok saja dengan sejumlah tautan agar kamu bisa menelusuri beritanya lebih jauh.

Pertama, WhatsApp Disadap

Bersamaan dengan popularitas aplikasi percakapan WhatsApp, muncul kekhawatiran soal keamanan dari penyadapan. Kamu sebagai satu dari dua miliar pengguna aplikasi ini pasti khawatir.

Ada beberapa ciri apabila WhatsApp kita disadap. Untuk itu, perlu kehati-hatian. Lewat infografik ini, kamu bisa mencegah agar penyadapan atas aplikasi percakapanmu tidak terjadi.

Bisa kacau balau jika semua isi percakapan yang umumnya bersifat pribadi diketahui orang dan penyebarannya tidak dalam kendalimu.

Two step verification adalah cara paling minimal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah keburukan ini terjadi. Langkah ini perlu kamu lakukan juga untuk akun-akun media sosialmu seperti Instagram.

Kedua, Kinerja Buruk Menteri 

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).
Untuk urusan pemerintahan, di mana Presiden Jokowi masuk di periode pembuktian dan pencarian legacy, kinerja para pembantunya sedang disorot. Momentum 100 hari kerja pemerintah periode kedua menjadi alasan sorotan ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X