Heboh Sunda Empire, Klaim Pemerintahan Dunia Berakhir 15 Agustus 2020

Kompas.com - 18/01/2020, 11:13 WIB
Tangkapan layar unggahan status pengguna Facebook Renny Khairani Miller tentang Sunda Empire. Facebook: Wulandari KusumoTangkapan layar unggahan status pengguna Facebook Renny Khairani Miller tentang Sunda Empire.

KOMPAS.com - Media sosial kembali dihebohkan dengan adanya kabar mengenai Sunda Empire- Eart Empire yang diduga bermarkas di Bandung beredar pada Jumat (17/1/2020).

Adapun informasi itu didapatkan berdasarkan unggahan status yang diduga ditulis oleh pengguna Facebook, Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019 lalu.

Berikut bunyi status itu:

" SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE,
Dalam menyambut Indonesia baru yang lebih makmur dan sejahtera, dengan sistem pemerintahan dunia yang dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai Mercusuar Dunia. Masa pemerintahan dunia yang sekarang akan berakhir sampai dengan tanggal 15 Agustus 2020. Mari kita persiapkan diri kita untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya untuk membayar tagihan yang terus naik dan biaya hidup yang terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yang tidak gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan???...."

Saat ditelusuri pada Jumat (17/1/2020), unggahan tersebut sudah tidak ditemukan di akun Renny.

Tak hanya itu, akun Facebook Slamet Riyadi Messi Jr. juga mengunggah informasi mengenai Sunda Empire. Unggahan ini juga dilengkapi beberapa foto yang menampilkan orang-orang berseragam dan menggunakan baret biru tengah berfoto bersama.

"Setelah Jawa Tengah, kini Jawa Barat..
Kerajaan baru diumumkan di Bandung..
Nama Kerajaannya Sunda Empire (Kekaisaran Sunda)
Pasti seragamnya beli di pasar ciroyom..
Sudah terbentuk struktur kayak pemerintahan, ada perdana menteri, ada panglima, ada rapat kabinet, meeting lintas negara, dan lainnya...," tulis pemilik akun Slamet Riyadi Messi Jr.

Lantas, benarkah Sunda Empire berada di Bandung?

Baca juga: Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Penjelasan Kepolisian

Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara menjelaskan, pihaknya telah melakukan penelusuran. 

Hasilnya, Sunda Empire tidak terdaftar dalam administrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, baik sebagai organisasi masyarakat (ormas) maupun Organisasi Kepemudaan (OKP). 

"Hasil penelusuran secara administratif itu Sunda Empire tidak terdaftar di Pemkot Bandung," ujar Ferdi saat dikonfirmasi Kompas.com pada Jumat (17/1/2020).

Menurutnya, jika ada ormas yang diketahui merupakan mitra pemerintah, maka pihaknya akan menerima secara terbuka.

Sebaliknya, apabila terdapat laporan adanya ormas yang berbuat aneh, maka ada institusi penegak hukum yang tidak akan berdiam diri.

"Jika ia berbuat aneh-aneh, kita punya ketentuan. Kebetulan kali ini mereka tidak terdaftar," ujar Ferdi.

Selain itu, Ferdi menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi jika fenomena tersebut sudah berlangsung cukup lama di Jawa Tengah.

Namun, ia mengaku tidak dapat menjelaskan lebih jauh, lantaran Sunda Empire tidak terdaftar dalam Pemkot Bandung.

Mematuhi aturan

Terkait viralnya informasi kehadiran Sunda Empire, Ferdi mengungkapkan bahwa seharusnya masyarakat patuh terhadap konstitusi dan berlandaskan pada UUD 1945.

"Kita imbau, siapa pun kita harus patuh pada konstitusi agar bahwa mekanisme aturan ada tata kelola siapa pun sepanjang koridor aturan," ujar Ferdi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah sepakat menjaga Kota Bandung ini tertib, taat aturan, dan kondusif.

"Kita punya koridor aturan, kalau ada yang masuk, harus mengacu pada aturan," lanjut dia.

Baca juga: Pemkot Bandung: Sunda Empire-Earth Empire Tidak Terdaftar sebagai Ormas

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X