Menjamin Pasokan Listrik untuk Jakarta, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 15/08/2019, 20:21 WIB
Ilustrasi listrik ShutterstockIlustrasi listrik

Oleh: Tubagus Aryandi Gunawan

JAKARTA yang hampir berusia lima abad telah menjelma menjadi simbol dan etalase kemajuan peradaban manusia Indonesia ke hadapan dunia internasional.

Terlepas dari rencana pemerintah yang akan memindahkan Ibu Kota, sudah sepatutnya Jakarta yang tetap akan menjadi pusat industri jasa dan keuangan dikelola dengan standar internasional menuju kota berdaya saing tinggi.

Memasuki usia Republik yang ke-74, Ibu Kota Negara belum juga memiliki sistem jaminan pasokan listrik. Setidaknya telah lima kali kota berpenduduk terpadat di Asia Tenggara ini terdampak pemadaman listrik, yaitu pada 1991, 1997, 2002, 2005, dan terakhir pertengahan 2019.

Listrik Jakarta tidak pernah boleh padam lagi, tidak ada alasan bagi kita untuk membiarkan jantung negara kalah sebelum berperang.

Denyut kehidupan megapolitan telah dan akan semakin bergantung pada ketersediaan listrik. Terlebih, saat ini jenis transportasi publik di Jakarta diarahkan pada kendaraan berbasis listrik.

Sistem transportasi publik yang langsung bersentuhan dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat Jakarta, seperti kereta rel listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT) dan bus listrik, menyandarkan diri pada pasokan listrik.

Listrik yang sejatinya adalah bentuk dari energi telah semakin meneguhkan posisinya sebagai pilar penting kehidupan selain pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pasokan listrik untuk Jakarta di sepanjang 2017 tidaklah main-main. Kebutuhan listrik untuk kota yang tidak lebih besar dari Singapura ini setara dengan 20 persen total kebutuhan listrik di Pulau Jawa.

Setengah dari kebutuhan listrik Jakarta ternyata harus dipasok dari luar wilayah Jakarta. Jakarta bersama Jawa Barat dan Yogyakarta menjadi provinsi di Pulau Jawa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan listriknya sendiri.

Menariknya, Yogyakarta menggantungkan seluruh pasokan listrik mereka dari luar wilayah Yogyakarta. Lain lagi dengan Jawa Barat yang harus memenuhi seperempat kebutuhan listrik mereka dari luar wilayahnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X