Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Seperti Ini Ketentuan Haji 2021 jika Ada Pemberangkatan Jemaah

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan alur pergerakan jemaah haji 1442 H jika nantinya ada jemaah haji yang diberangkatkan.

Sementara ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan Arab Saudi, terkait kondisi pandemi Covid-19 yang merebak di dunia.

Hal ini membuat para calon jemaah haji asal Indoneisa belum mendapatkan izin untuk menunaikan ibadah umrah dan haji.

Alur pergerakan

Berdasarkan forum diskusi yang membahas fikih ibadah haji atau Bahtsul Masail Perhajian yang dihadiri para ahli fikih, ahli kesehatan, dan perwakilan ormas Islam, maka ditetapkanlah alur pergerakan jemaah, jika jemaah haji 1442 H diberangkatkan.

Berikut ini adalah alurnya:

1. Wajib vaksin

  • Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji, calon jemaah wajib mendapatkan dua jenis vaksinasi.
  • Pertama, vaksin Covid-19 dan yang kedua adalah vaksin meningitis.

2. Karantina di asrama haji

  • Jemaah haji harus menjalani karantina selama 3x24 jam di asrama haji.
  • Di hari pertama kedatangannya, jemaah akan dilakukan tes antigen, kemudian di hari ketiga baru akan dilakukan tes RT-PCR. Jika dinyatakan negatif maka jemaah akan diberangkatkan ke Arab Saudi.
  • Sebaliknya, apabila hasil tes menunjukkan hasil positif maka jemaah yang bersangkutan akan diisolasi mandiri di asrama haji.

3. Karantina di Mekah

  • Sesampainya di Bandara Jeddah, jemaah akan melakukan perjalanan ke Mekah.
  • Di sana, mereka harus menjalani karantina selama 3x24 jam di hotel. Untuk satu kamar hotel, kapasitasnya adalah 2 orang jemaah.
  • Di hari ke-3 karantina, mereka akan kembali dites PCR. Jika hasilnya negatif maka mereka dapat menjalankan ibadah umrah di hari ke-4.
  • Akan tetapi, apabila hasilnya menunjukkan positif Covid-19 maka jemaah tersebut akan menjalani isolasi mandiri di hotel Mekah.

4. Miqat dengan protokol kesehatan

  • Jemaah haji yang akan melaksanakan umrah wajib diberangkatkan menggunakan bus menuju tempat miqat dengan mengikuti protokol kesehatan Arab Saudi.

5. Umrah wajib dan Thawaf Ifadhah

  • Keduanya akan dilakukan oleh jemaah selama berada di Mekkah. Selain itu, jemaah juga akan diberikan 3 kali kesempatan untuk berkunjung ke Masjidil Haram dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  • Sementara, saat puncak ibadah haji tiba, pergerakan akan disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan Kerajaan Saudi.

6. Selama di Madinah

  • Setelah selesai dengan semua rangkaian ibadah di Mekkah, jemaah haji akan diberangkatkan ke Madinah dan ditempatkan pada hotel-hotel yang telah ditentukan.
  • Seperti saat ada di Mekkah, ketentuan hotel di Madinah juga akan diisi maksimal 2 orang setiap kamarnya.
  • Jemaah akan tinggal di Madinah selama 3 hari, sehingga tidak ada pelaksanaan shalat Arbain. Shalat Arbain adalah sholat berjamaah sebanyak 40 waktu di Masjid Nabawi yang hukumnya adalah ibadah sunah.
  • Shalat Arbain biasa dilakukan jemaah haji sebelumnya, karena mereka berkesempatan tinggal di Madinah selama 12 hari, sementara jemaah haji di masa pandemi, apabila diberangkatkan mereka hanya akan memiliki waktu selama 3 hari saja di Madinah.

7. PCR swab sebelum kembali ke Indonesia

  • Setelah 3 hari di Madinah, jemaah akan kembali diterbangkan ke Tanah Air pada hari ke-4 melalui Bandara Madinah.
  • Namun, sebelum kembali, mereka akan tes PCR untuk memastikan bebas dari Covid-19.
  • Jika negatif, maka akan kembali ke Tanah Air, apabila positif akan dilakukan isolasi mandiri di hotel Madinah.

8. Swab antigen di asrama haji

Indonesia masih menjadi salah satu negara yang ada di daftar terlarang untuk masuk wilayah Saudi Arabia.

"Sampai saat ini belum ada statement resmi terkait Masalah Haji 2021," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Sebelumnya, Pemerintah Saudi melarang perjalanan internasional yang berasal dari 20 negara,  termasuk Indonesia. 

Melansir Arab News, 22 April 2021, ke-20 negara tersebut adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brazil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, Lebanon, Mesir, India, dan Jepang. 

Sarana siap

Meski demikian, ia mengaku pemerintah telah menyiapkan segala sarana yang diperlukan, apabila nantinya jemaah haji benar-benar akan diberangkatkan

Misalnya, terkait hotel sebagai tempat karantina jemaah, baik saat berada di Mekah maupun Madinah.

"Terkait sarana, sejak 2020 sudah kitah kami laksanakan negosiasi dengan berbagai layanan," sebut Endang.

"Sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 bahwa semua sarana yang sudah deal nego (di tahun 2020) akan digunakan untuk tahun 2021. Jadi kami sudah menyiapkan sarana tersebut, tinggal kontrak saja," kata dia.

https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/03/072800765/seperti-ini-ketentuan-haji-2021-jika-ada-pemberangkatan-jemaah-

Terkini Lainnya

Cara Bikin Akun SSCASN untuk Daftar Sekolah Kedinasan 2024

Cara Bikin Akun SSCASN untuk Daftar Sekolah Kedinasan 2024

Tren
Kronologi Kecelakaan Bus Study Tour SMP PGRI Wonosari di Jombang, 2 Orang Meninggal

Kronologi Kecelakaan Bus Study Tour SMP PGRI Wonosari di Jombang, 2 Orang Meninggal

Tren
6 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Salah Satunya Mengurangi Tekanan Darah

6 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Salah Satunya Mengurangi Tekanan Darah

Tren
Aplikasi Prakiraan Cuaca Deteksi Badai Petir saat Pesawat Singapore Airlines Turbulensi Parah

Aplikasi Prakiraan Cuaca Deteksi Badai Petir saat Pesawat Singapore Airlines Turbulensi Parah

Tren
Kronologi Bus Rombongan Siswa MIN 1 Pesisir Barat Terperosok ke Jurang di Tanggamus, Lampung

Kronologi Bus Rombongan Siswa MIN 1 Pesisir Barat Terperosok ke Jurang di Tanggamus, Lampung

Tren
Jadwal Operasional BCA dan Mandiri Selama Libur dan Cuti Bersama Waisak 2024

Jadwal Operasional BCA dan Mandiri Selama Libur dan Cuti Bersama Waisak 2024

Tren
Skandal Transfusi Darah di Inggris, Picu Puluhan Ribu Orang Tertular HIV dan Hepatitis

Skandal Transfusi Darah di Inggris, Picu Puluhan Ribu Orang Tertular HIV dan Hepatitis

Tren
Dibuka Juni, Simak Syarat dan Cara Cek Formasi CPNS 2024

Dibuka Juni, Simak Syarat dan Cara Cek Formasi CPNS 2024

Tren
Ragam Perayaan Waisak di Berbagai Negara, Seperti Apa?

Ragam Perayaan Waisak di Berbagai Negara, Seperti Apa?

Tren
BMKG Deteksi Kemunculan Bibit Siklon Tropis 93W, Apa Dampaknya?

BMKG Deteksi Kemunculan Bibit Siklon Tropis 93W, Apa Dampaknya?

Tren
Penyebab Anjing Peliharaan Tidur Berlebihan, Kapan Anda Perlu Khawatir?

Penyebab Anjing Peliharaan Tidur Berlebihan, Kapan Anda Perlu Khawatir?

Tren
Apa Itu Turbulensi? Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya pada Pesawat

Apa Itu Turbulensi? Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya pada Pesawat

Tren
Harga dan Cara Beli Tiket Fanmeeting Byeon Wooseok di Jakarta

Harga dan Cara Beli Tiket Fanmeeting Byeon Wooseok di Jakarta

Tren
Soal Kasus Fat Cat di China, Polisi Sebut Mantan Pacar Tidak Bersalah

Soal Kasus Fat Cat di China, Polisi Sebut Mantan Pacar Tidak Bersalah

Tren
Meteor Biru Melintasi Langit Spanyol dan Portugal, Ini Penjelasan Badan Antariksa Eropa

Meteor Biru Melintasi Langit Spanyol dan Portugal, Ini Penjelasan Badan Antariksa Eropa

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke