Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Tegal Disebut Kota Bahari?

Kompas.com - 31/12/2022, 14:00 WIB
Widya Lestari Ningsih

Penulis

Sumber Kompas.id

KOMPAS.com - Kota yang dijuluki kota bahari adalah Kota Tegal di Jawa Tengah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bahari berarti mengenai laut atau segala sesuatu yang berhubungan dengan laut.

Lantas, kenapa Tegal disebut kota bahari?

Baca juga: Apa Kota Tertua di Indonesia?

Tegal Kota Bahari

Wilayah Kabupaten Tegal terletak di kawasan pesisir utara Jawa Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Brebes, Banyumas, dan Laut Jawa.

Karena letaknya tersebut, kehidupan di Kota Tegal tidak dapat dipisahkan dari sektor kelautan.

Melansir kompas.id, julukan kota bahari telah tersemat bagi Kota Tegal sejak 1950-an berkat industri galangan kapal yang berkembang di sana.

Industri di Tegal memang banyak ditopang sektor maritim atau kelautan, di mana sejumlah perusahaan menempatkan fasilitas galangan kapal di sepanjang garis pantai, khususnya di sekitar Pelabuhan Tegal.

Sebagai kota pesisir, Tegal juga menjadi salah satu sentra perikanan utama di Pantai Utara (Pantura) dan memiliki banyak industri kecil yang mengolah hasil perikanan.

Baca juga: Sejarah Kota Lama Semarang

Di samping alasan tersebut, motto "Tegal Kota Bahari" merupakan singkatan dari Bersih, Aman, Hijau, Asri, Rapi, dan Indah.

Singkatan ini diharapkan menjadi sebuah representasi dari Kota Tegal.

Selain kota bahari, dulu Tegal disebut kota Jepangnya Indonesia.

Julukan ini dikaitkan dengan sejumlah industri pengecoran dan pengerjaan logam yang dibangun pada 1940-an untuk mencukupi kebutuhan perang tentara Jepang.

Hingga kini, industri di Kota Tegal yang berbasis industri logam banyak digerakkan sektor UMKM.

Tidak sedikit industri kecil di Kota Tegal menjadi pemasok spare part dan komponen mesin untuk beberapa perusahaan otomotif besar di Jakarta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ragam Reaksi Rakyat Sumatera terhadap Berita Proklamasi Kemerdekaan

Ragam Reaksi Rakyat Sumatera terhadap Berita Proklamasi Kemerdekaan

Stori
Jumlah Pasukan Perang Badar

Jumlah Pasukan Perang Badar

Stori
Konferensi Yalta: Tokoh, Hasil, dan Dampaknya

Konferensi Yalta: Tokoh, Hasil, dan Dampaknya

Stori
Narciso Ramos, Tokoh Pendiri ASEAN dari Filipina

Narciso Ramos, Tokoh Pendiri ASEAN dari Filipina

Stori
Biografi Pangeran Diponegoro, Sang Pemimpin Perang Jawa

Biografi Pangeran Diponegoro, Sang Pemimpin Perang Jawa

Stori
Biografi Mohammad Yamin dan Perjuangannya

Biografi Mohammad Yamin dan Perjuangannya

Stori
Ras yang Mendominasi Asia Timur dan Asia Tenggara

Ras yang Mendominasi Asia Timur dan Asia Tenggara

Stori
Sejarah Kelahiran Jong Java

Sejarah Kelahiran Jong Java

Stori
7 Fungsi Pancasila

7 Fungsi Pancasila

Stori
Sa'ad bin Ubadah, Calon Khalifah dari Kaum Anshar

Sa'ad bin Ubadah, Calon Khalifah dari Kaum Anshar

Stori
JH Manuhutu, Presiden Pertama RMS

JH Manuhutu, Presiden Pertama RMS

Stori
Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan di Sunda Kecil

Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan di Sunda Kecil

Stori
Apa yang Dimaksud Kepulauan Sunda Besar?

Apa yang Dimaksud Kepulauan Sunda Besar?

Stori
Kenapa Bali, NTB, dan NTT Disebut Sunda Kecil?

Kenapa Bali, NTB, dan NTT Disebut Sunda Kecil?

Stori
Sejarah Tarian Rangkuk Alu

Sejarah Tarian Rangkuk Alu

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com