Perhiasan Manusia Purba

Kompas.com - 22/09/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi perhiasan manusia purba. The Smithsonian InstitutionIlustrasi perhiasan manusia purba.

KOMPAS.com - Pada zaman dulu, manusia purba tidak hanya memiliki kemampuan membuat berbagai peralatan sehari-hari dari batu dan logam, tetapi mereka juga mampu membuat perhiasan.

Menurut para ahli, perhiasan pertama kali dikenal manusia purba pada masa bercocok tanam, atau bersamaan dengan Zaman Neolitikum.

Hal ini diperkuat dengan peninggalan-peninggalan perhiasan dari periode tersebut.

Kemampuan pembuatan perhiasan manusia purba pun berkembang seiring berkembangnya zaman.

Perhiasan dari batu dan kulit kerang

Pada masa bercocok tanam, manusia purba mulai mengenal perhiasan-perhiasan yang terbuat dari batu dan kulit kerang.

Dari berbagai temuan, dapat diketahui sedikit tentang cara pembuatannya. Untuk membuat gelang misalnya, pertama-tama batu akan dipukul hingga berbentuk bulat dan gepeng.

Permukaan atas dan bawah yang rata kemudian dicekungkan hingga bertemu dan membentuk sebuah lubang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, sisi-sisi gelang akan diumpam menggunakan batu asah untuk mendapatkan bentuk yang dikehendaki.

Perhiasan seperti ini banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dari temuan di Tasikmalaya, diketahui bahwa bahan-bahan gelang umumnya terdiri atas batu pilihan, seperti agat, kalsedon, dan jaspis berwarna putih, kuning, cokelat, merah, serta hijau.

Ukuran gelang yang dibuat oleh manusia purba pada periode ini beragam, yakni berdiameter antara 24-54 mm dengan tebal sekitar 6-17 mm.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manifesto Politik 1925

Manifesto Politik 1925

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda II

Kronologi Agresi Militer Belanda II

Stori
Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Stori
Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Stori
Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Stori
Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Stori
Asal-usul Syekh Siti Jenar

Asal-usul Syekh Siti Jenar

Stori
Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Stori
Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Stori
Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Stori
Biografi Chairil Anwar, 'Si Binatang Jalang'

Biografi Chairil Anwar, "Si Binatang Jalang"

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda I

Kronologi Agresi Militer Belanda I

Stori
Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.