Fakhruddin: Kehidupan, Kiprah Politik, dan Sumbangsih di Bidang Agama

Kompas.com - 11/05/2021, 17:22 WIB
H. Fakhruddin Portal resmi Provinsi DKI JakartaH. Fakhruddin

KOMPAS.com - KH Fakhruddin adalah seorang pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia dan juga tokoh Muhammadiyah. 

Tokoh yang dikenal dengan nama kecil Muhammad Jazuli ini selain merupakan seorang ulama, juga aktif dalam pergerakan nasional. 

Awalnya, ia menjadi anggota Budi Utomo. Lalu, ia berpindah ke Sarekat Islam dan akhirnya ke Muhammadiyah. 

Fakhruddin meninggal pada 28 Februari 1929.

Baca juga: Danudirja Setiabudi (Ernest Douwes Dekker): Kehidupan dan Perjuangan

Belajar Agama

Fakhruddin pertama kali belajar agama melalui sang ayah, KH Hasyim. 

Kemudian, ia juga belajar dari beberapa ulama terkenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, pada 1921, Fakhruddin pergi ke Mekkah selama delapan tahun untuk meneliti nasib para jemaah haji asal Indonesia. 

Para jemaah sering kali mendapat perlakuan kurang baik dari para pejabat Mekkah.

Ia pun memprakarsai terbentuknya Badan Penolong Haji. 

Sekembalinya dari Mekkah, ia pun menjadi ulama yang dihormati, karena kejujuran dan kecerdasannya.

Selain itu, ia juga pernah diutus ke Kairo sebagai wakil umat Islam Indonesia untuk menghadiri Konferensi Islam.

Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Bone

Kiprah Politik 

Kegiatan politik Fakhruddin dimulai pertama kali saat ia masuk dalam organisasi Budi Utomo. 

Namun, karena merasa ada ketidakcocokan, Fakhruddin pun keluar dari Budi Utomo.

Ia berpindah ke Sarekat Islam (SI). Fakhruddin tertarik dengan Sarekat Islam karena adanya gerakan politik. 

Ketika Sarekat Islam mulai terpecah menjadi dua kubu, SI Merah dan SI Putih, Fakhruddin pun akhirnya beralih ke Muhammadiyah. 

Ia merasa senang di dalam Muhammadiyah karena organisasi ini menonjolkan gerakan keagamaan dan bertujuan sosial. 

Fakhruddin berpendapat, untuk mencapai kemajuan, umat Islam harus berani menentang pikiran kolot. 

Menurut Fakhruddin, sekolah-sekolah agama harus diperbanyak untuk mendidik pemuda yang nantinya akan meneruskan syiar Islam. 

Selain itu, cara-cara berdakwah juga harus diperbaharui. 

Sesuai dengan pendapat tersebut, Muhammadiyah pun selalu giat membina para calon pemimpin. 

Organisasi ini pun dikenal sebagai pembina generasi muda Muhammadiyah. 

Baca juga: GSSJ Ratulangi: Pendidikan, Kiprah, dan Akhir Hidupnya

Akhir Hidup

Demi menghidupi keluarganya, Fakhruddin berdagang. Dari dagangannya tersebut ia pun memperoleh penghasilan yang cukup besar. 

Namun, sebagian dari penghasilannya ini disumbangkan untuk kepentingan organisasi. 

Rumahnya sering digunakan untuk tempat kursus para anggota Muhammadiyah. 

Fakhruddin juga banyak mengarang dalam surat kabar, serta menulis beberapa buah buku, seperti Pan Islamisme dan Kepentingan Pengajaran Agama. 

Kesibukannya mengurus Muhammadiyah dan usahanya ini lambat laun mempengaruhi kondisi kesehatannya. 

Menjelang kongres Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 1929, Fakhruddin jatuh sakit. 

Tanggal 28 Februari 1929, Fakhruddin dinyatakan meninggal dunia di Yogyakarta. 

Ia dikebumikan di Pakuncen, Yogyakarta. 

Referensi: 

  • Nuralia, Lia, Iim Imadudin dan Randi Renggana. (2010). Kisah Perjuangan Pahlawan Indonesia. Ruang Kata. 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengaruh Kebudayaan Dongson di Indonesia

Pengaruh Kebudayaan Dongson di Indonesia

Stori
Mengapa Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan Tidak Sampai Banyuwangi?

Mengapa Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan Tidak Sampai Banyuwangi?

Stori
Asal-usul Nama Kudus

Asal-usul Nama Kudus

Stori
Mengapa Invasi Teluk Babi Gagal?

Mengapa Invasi Teluk Babi Gagal?

Stori
Asal-usul Nama Yogyakarta

Asal-usul Nama Yogyakarta

Stori
Asal Muasal Nama Boyolali

Asal Muasal Nama Boyolali

Stori
Asal-usul Nama Semarang, dari Pohon Asam

Asal-usul Nama Semarang, dari Pohon Asam

Stori
Sarkofagus: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Sarkofagus: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Stori
Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Stori
Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Stori
Wali Songo dan Nama Aslinya

Wali Songo dan Nama Aslinya

Stori
Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Stori
Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Stori
Asal Usul Nama Bogor

Asal Usul Nama Bogor

Stori
Asal Usul Nama Lamongan

Asal Usul Nama Lamongan

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.