GSSJ Ratulangi: Pendidikan, Kiprah, dan Akhir Hidupnya

Kompas.com - 10/05/2021, 18:59 WIB

Ia juga dikenal dengan filsafatnya "si tou timou tumou tou" yang berarti, manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia. 

Ratulangi juga sempat menjadi anggota PPKI dan menghasilkan Undang-undang Dasar Republik Indonesia.

Baca juga: Balaputradewa, Pembawa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Pendidikan

Sam Ratulangi lahir pada 5 November 1890 di Tondano, Minahasa.

Ia mengawali pendidikannya di sekolah dasar Belanda atau Europeesche Lagere School (ELS). 

Kemudan, Sam melanjutkannya di Hoofden School di Tondano. 

Pada 1904, Sam berangkat ke Jawa untuk menempun pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA) di Batavia setelah menerima beasiswa dari sekolah tersebut. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, begitu sampai di Batavia, Sam justru berubah pikiran. Ia belajar di sekolah menengah teknik Koningen Wilhelmina School. 

Setelah lulus pada 1908, ia mulai bekerja di konstruksi rel kereta api di daerah Priangan Selatan, Jawa Barat. 

Selama bekerja di sana, Sam telah banyak menerima perlakuan tidak adil dalam hal upah dan penginapan karyawan dibandingkan dengan karyawan Indo. 

Baca juga: Jong Islamieten Bond: Latar Belakang, Tujuan, dan Tokoh

Perhimpunan Indonesia 

Pada tahun 1912, Sam pergi ke Amsterdam untuk melanjutkan studinya selama dua tahun. 

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X