Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Termodinamika: Isotermal, Isobarik, Isokhorik, dan Adiabatik

Kompas.com - 17/09/2022, 09:00 WIB
Silmi Nurul Utami

Penulis

KOMPAS.com Termodinamika dapat diamati dalam suatu sistem. Sistem termodinamika tidak selalu dalam keseimbangan ekuilibirium, melainkan dalam mengalami suatu proses termodinamika.

Apa yang dimaksud dengan proses termodinemika dan apa saja jenis proses termodinamika? Berikut adalah pembahasannya!

Pengertian proses termodinamika

Dilansir dari Encyclopedia Baritannica, proses termodinamika adalah perubahan sistem ke keadaan baru karena perubahan keadaan gas.

Proses termodinamika mengubah keadaan awal sistem menjadi keaadaan akhir tertentu dengan cara mengubah suhu, volume, maupun tekanannya.

Baca juga: Sistem Termodinamika: Terbuka, Tertutup, dan Terisolasi

Jenis proses termodinamika

Ada beberapa jenis proses termodinamika yang dapat terjadi, yaitu proses isotermal, isobarik, isokhorik, dan juga adiabatik. Berikut adalah penjelasannya!

Proses isotermal

Dilansir dari Physics LibreTexts, proses isotermal adalah proses termodinamika yang sistemnya berada pada suhu konstan.

Artinya, suhu sistem akan tetap walaupun tekanan dan volumenya berubah.

Proses isobarik

Proses isobarik adalah proses termodinamika yang sistemnya berada pada tekanan tetap. Artinya, tekanan sistem akan tetap walaupun suhu dan volumenya berubah.

Baca juga: Proses Isobarik: Proses Termodinamika pada Tekanan Konstan

Proses isokhorik

Proses isokhorik adalah proses termodinamika yang sistemnya berada pada volume konstan. Artinya, volume sistem akan tetap walaupun suhu dan tekanannya berubah.

Proses adiabatik

Dilansir dari Hyperphysics Concept, proses adiabatik adalah proses termodinamika di mana tidak ada panas yang masuk ataupun keluar dari sistem.

Sesuai dengan hukum I termodinamika, energi internal sistem adiabatik adalah tetap karena tidak ada perpidahan kalor antara sistem dan lingkungan.

Meskipun tidak ada perubahan jumlah kalor, sistem suhu sistem adiabatik tidaklah tetap.

Baca juga: Hukum 1 Termodinamika: Bunyi, Persamaan, dan Konsekuensinya

Hal tersebut karena jika volume dinaikkan, maka suhu sistem akan menurun. Sedangkan, jika volume diturunkan (dikompresi), maka suhu sistem akan naik.  

Adapun, sistem termodinamika dapat memiliki lebih dari satu jenis proses termodinamika. Misalnya, suatu sistem dapat mempertahankan suhu dan jumlah kalor di dalamnya dengan menjalankan proses isotermal dan adiabatik.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com