Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Kompas.com - 15/09/2022, 16:00 WIB
Serafica Gischa

Editor

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi 

 

KOMPAS.com - Akibat Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada sekutu. Berita kekalahan Jepang ternyata didengar oleh para pemuda Indonesia dari siaran radio luar negeri.

Oleh karena itu pemuda Indonesia segera bertindak, mendorong para pemimpin bangsa untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Sehingga muncul beberapa peristiwa menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia seperti: 

Baca juga: Mengenal B.M. Diah, Sosok Penyelamat Naskah Asli Proklamasi

Berikut penjelasannya: 

Peristiwa Rengasdengklok

Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam) Jum'at siang kemarin. Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok. Kompas/JB Suratno Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam) Jum'at siang kemarin. Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang memutuskan untuk menyerah kepada sekutu. Hal ini dimanfaatkan oleh pemuda untuk mendorong Soekarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. 

Sutan Syahrir sebagai jurj bicara para pemuda, pada 15 Agustus 1945 datang menemui Soekarno dan Hatta agar bersedia memproklamasikan kemerdekaan, namun Soekarno dan Hatta belum bisa memenuhi permintaan para pemuda. 

Karena sudah tidak sabar dengan sikap Soekarno dan Hatta, para pemuda sepakat untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke luar kota. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarni beserta Fatmawati dan anaknya, Guntur, serta Hatta diamankan ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. 

Tujuan penculikan ini untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari pengaruh politik pemerintah pendukung Jepang. Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta dijaga oleh Komandan Kompi PETA Rengasdengklok, Cudanco Subeno.

Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta diharapkan bersedia memenuhi tuntutan para pemuda Indonesia untuk menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi Sokarni dan Hatta tetap belum bersedia memenuhi tuntutan para pemuda itu.

Baca juga: Tokoh-tokoh yang Berjasa dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Karena suasana yang tidak menentu, Achmad Soebardjo dari golongan tua datang ke Rengasdengklok untuk membicarakan mengenai pelaksanan proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Achmad Soebardjo memberi jaminan kepada para pemuda bahwa besok pagi selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB, Soekarno dan Hatta sudah memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.

Melihat kesungguhan dan jaminan dari Achmad Soebardjo, Cudanco Subeno segera mempersilakan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Diorama penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno, Hatta dan Soebardjo di ruang makan Laksamana Maeda. munasprok.go.id Diorama penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno, Hatta dan Soebardjo di ruang makan Laksamana Maeda.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Skola
Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Skola
Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Skola
Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Skola
Apa Itu Kesenian Ludruk?

Apa Itu Kesenian Ludruk?

Skola
Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Skola
Garapan dan Problematika Kethoprak

Garapan dan Problematika Kethoprak

Skola
Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Skola
Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Skola
Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Skola
Aspek Pendidikan dalam Pementasan Drama Jawa

Aspek Pendidikan dalam Pementasan Drama Jawa

Skola
Mencermati Simbol Kehidupan dalam Drama Jawa

Mencermati Simbol Kehidupan dalam Drama Jawa

Skola
Struktur Pertunjukan Ludruk

Struktur Pertunjukan Ludruk

Skola
Mengenal Apa Itu Wayang Wong

Mengenal Apa Itu Wayang Wong

Skola
Passive Voice dalam Future Perfect Tense

Passive Voice dalam Future Perfect Tense

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com