Kompas.com - 19/05/2022, 09:27 WIB

KOMPAS.com – Secara garis besar atmosfer bumi memiliki tiga sirkulasi, salah satunya sirkulasi Hadley atau sel Hadley. Sistem sirkulasi hadley sebagian besar berada pada wilayah tropis (daerah khatulistiwa).

Namun, apa yang dimaksud dengan sel Hadley? Berikut adalah penjelasannya!

Pengertian sel Hadley

Bumi tidak menerima panas matahari secara merata. Hanya daerah khatulistiwa yang mendapatkan radiasi matahari secara penuh.

Perbedaan panas di permukaan bumi menciptakan sirkulasi atmosfer atau pola angin dan panas dalam atmosfer yang berbeda.

Sirkulasi Hadley atau sel Hadley adalah salah satu jenis sirkulasi atmosfer bumi yang dikemukakan oleh seorang fisikawan dan ahli meteorologi asal Inggris bernama George Hadley pada tahun 1735. 

Baca juga: Albedo: Pengertian, Contoh, dan Rata-rata Albedo Bumi

Dilansir dari Geoscience LibreTexts, sel Hadley adalah sirkulasi yang kuat, langsung, asimetris, dan berada vertikal di garis lintang rendah (0° hingga 30°). Artinya, sel Hadley berada di khatulistiwa atau daerah tropis bumi dan subtropics bumi.

Proses terjadinya sel Hadley

Daerah tropis menerima radiasi matahari secara maksimal. Sedangkan, daerah kutub menerima lebih sedikit namun memancarkan radiasi tersebut kembali ke luar angkasa karena memiliki albedo tinggi.

Udara mengalir dari khatuslitiwa ke kutub

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, karena suhu kedua daerah yang hampir konstan, Hadley berteori bahwa udara hangat naik di dekat khatulistiwa dan mengalir ke arah kutub yang lebih dingin. Hal ini sejalan dengan hukum termodinamika.

Udara panas yang naik membuat daerah tropis menjadi zona bertekanan rendah. Pada daerah ini terbentuk banyak awan, sehingga daerah tropis memiliki curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Unsur-unsur Pembentuk Udara

Udara dibelokkan efek coriolis dan turun di daerah subtropis

Udara panas yang harusnya naik ini, dibelokkan oleh efek coriolis. Efek coriolis membelokkan semua benda termasuk udara yang membentuk atmosfer karena tanah di bawahnya bergerak.

Dilansir dari Weather in Tank, efek coriolis membelokkan aliran udara ke timur, membentuk pancaran subtropis barat di kedua belahan bumi dan menciptakan angin pasat.

Sehingga, udara yang seharusnya mengalir ke kutub menjadi turun pada lintang 30°. Pada saat itu, udara telah mendingin dan lebih kering karena sebagian besar uap airnya diturunkan di daerah tropis.

Aliran udara yang turun tersebut menciptakan zona bertekanan tinggi di daerah subtropis. Hal tersebut membuat daerah tersebut lebih hangat sekaligus lebih kering. Sehingga, di daerah tempat tenggelamnya sirkulasi Hadley tersebut banyak ditemukan gurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.