Kompas.com - 07/05/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Sejak berabad-abad yang lalu hingga sekarang, Indonesia dikenal kaya akan rempah-rempahnya.

Berawal dari niat berdagang, kedatangan Portugis ke Maluku sekitar abad ke-15, menjadi titik awal dimulainya penguasaan dan tindakan monopoli bangsa Barat terhadap rempah-rempah di Indonesia.

Menurut Gatot Subroto dalam buku Pajak dan Pendanaan Peradaban Indonesia (2020), kala itu, Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah (spice island).

Daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia

Adapun jenis rempah-rempah yang dihasilkan di Indonesia, antara lain cengkeh, lada, pala, bunga pala, kayu manis, vanili, jahe serta kunyit.

Daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia yang menjadi sasaran bangsa Barat adalah Maluku dan Ternate.

Baca juga: Rempah-rempah Khas di Indonesia

Dilansir dari situs Indonesia.go.id, daerah lain di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah adalah:

  1. Jambi
  2. Jawa Barat
  3. Jawa Tengah
  4. Jawa Timur
  5. Kalimantan Tengah
  6. Kalimantan Timur
  7. Maluku
  8. NTT
  9. Papua
  10. Riau
  11. Sulawesi Selatan
  12. Sulawesi Tenggara
  13. Sulawesi Utara
  14. Sumatera Selatan
  15. Yogyakarta.

Mengapa rempah-rempah di Indonesia menjadi sasaran bangsa Barat?

Ketika bangsa Barat datang ke Indonesia, awalnya mereka berniat untuk berdagang. Namun lambat laun, tujuannya berubah menjadi menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah.

Alasannya karena rempah-rempah memiliki banyak kegunaan atau manfaat. Beberapa di antaranya adalah untuk mengawetkan makanan, sebagai bumbu masakan, serta bahan pembuatan obat.

Karena kegunaannya inilah, rempah-rempah sangat laku di pasaran dan memiliki harga yang sangat mahal.

Selain itu, faktor iklim juga menjadi alasan mengapa rempah-rempah di Indonesia menjadi incaran bangsa Barat.

Baca juga: Rempah-Rempah, Alasan Bangsa Eropa Datang ke Indonesia

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.