Kompas.com - 28/01/2022, 18:20 WIB


KOMPAS.comTeori planetesimal dan teori pasang surut adalah salah dua teori pembentukan alam semesta yang memiliki kemiripan. Teori pasang surut pada dasarnya berangkat dari teori planetesimal, tidak heran jika keduanya memiliki persamaan.

Teori planetesimal dan teori pasang surut terlihat sebagai teori yang sama. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Berikut adalah persamaan dan perbedaan antara teori planetesimal dan teori pasang surut.

Persamaan teori planetesimal dan teori pasang surut

Tata surya dimulai dari matahari

Persamaan pertama antara teori planetesimal dan teori pasang surut adalah tata surya sama-sama dimulai dari matahari. Teori planetesimal dan teori pasang surut menyetujui bahwa 4,6 miliar tahun yang lalu matahari adalah bintang masif yang sudah ada sebelum tata surya terbentuk.

Baca juga: Berapa Usia Matahari?

Tata surya berasal dari gaya gravitasi bintang besar yang melintasi matahari

Teori planetesimal dan teori pasang surut juga memiliki persamaan yaitu tata surya dimulai ketika ada suatu bintang masif yang bergerak melewati matahari. Di mana gaya gravitasi bintang tersebut menarik gas matahari.

Gas yang tertarik tetap tertahan oleh matahari dan perlahan berubah menjadi bumi, planet-planet, dan benda lain yang mengisi tata surya kita. Jadi, kedua teori tersebut beranggapan bahwa tata surya dimulai dari matahari dan terbentuk dari sebagian kecil materi matahari.

Bintang yang melintasi matahari bersifat masif

Menurut teori planetesimal dan teori pasang surut, bintang yang melintasi matahari bersifat masif atau besar. Namun, pada teori planetesimal tidak dijelaskan sebesar apa bintang tersebut.

Sedangkan menurut Harols Jefferies dalam The Earth, Its Origin, History and Physical Constitution (1924), pada teori pasang surut bintang yang melintas harus lebih masif atau lebih besar dari matahari sehingga bisa menciptakan pasang surut pada permukaan matahari.

Baca juga: Teori Planetesimal: Teori Pembentukan Tata Surya

Perbedaan teori planetesimal dan teori pasang surut

Tidak terdapat planetesimal

Pada teori planetesimal, massa yang tertarik dari matahari langsung menjadi material luar angkasa yang bernama planetesimal.

Dilansir dari Universe Today, planetesimal adalah benda langit kecil yang terbentuk dari kumpulan debu, batu, dan materi lainnya. Planetesimal inilah yang kemudian membentuk planet pada teori planetesimal.

Sedangkan para teori pasang, massa yang tertarik dari matahari membentuk gelombang pasang yang tidak stabil. Gelombang pasang gas tersebut kemudian pecah menjadi filamen-filamen gas.

Baca juga: Teori Pasang Surut Gas

Filament gas dan tidak membentuk planetesimal. Dilansir dari NASA Scientific Visualization Studio, gumpalan filament-filamen gas tersebut kemudian terus berputar dan menyedot material disekitarnya. Filamen gas tersebut kemudian membentuk bumi dan planet-planet lainnya dalam tata surya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.