Teori Pasang Surut Gas

Kompas.com - 22/01/2021, 18:39 WIB
Pembentukan planet dari awan gas. Pembentukan planet dari awan gas.

KOMPAS.com - Kita semua hidup di Bumi yang berada dalam tarikan gaya gravitasi Matahari. Tidak hanya Bumi namun benda luar angkasa lain seperti planet, sabuk asteroid, dan sabuk Kuiper berada dalam pengaruh Matahari.

Itulah yang disebut tata surya. Tata surya kita hanyalah sebagian kecil dari galaksi dan alam semesta.

Dalam tata surya semua benda mengorbit Matahari dengan sangat rapi dan tertata, begitu juga dengan Bumi kita. Namun tahukah kamu bagaimana tata surya terbentuk? Ada beberapa teori tentang pembentukan tata surya, salah satunya teori pasang surut.

Teori pasang surut

Teori pasang surut gas pertama kali dikenalkan oleh seorang naturalis asal Perancis bernama Georges-Louis Leclerc Comte de Buffon. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Buffon mengemukakan bahwa planet-planet terbentuk dari puing-puing hasil tabrakan antara Matahari dan komet.

Baca juga: Asal-usul dan Isi Teori Ledakan Besar

Namun teori ini banyak ditentang hingga akhirnya diperbaiki oleh seorang fisikawan dan matematikawan Inggis bernama Sir James Hopwood Jeans.

Jeans mengemukakan bahwa planet-planet terbentuk akibat Matahari yang nyaris bertabrakan dengan sebuah bintang.

Dilansir dari Astrophysics Data System, saat bintang dan Matahari akan bertabrakan terbentuk gelombang pasang surut yang sangat besar pada Matahari. Gelombang pasang surut ini bukan berupa air, melainkan gas-gas dan lidah api pada Matahari.

Gelombang pasang yang sangat besar tersebut tidak stabil secara gravitasi dan kemudian akan terpecah menjadi pecahan filamen gas.

Pecahan tersebut akan kemudian tertarik oleh gravitasi bintang dan ikut menjauhi Matahari. Gas dengan kerapatan yang cukup akan terlepas dari bintang dan otomatis mengorbit pada Matahari.

Dilansir dari NASA Scientific Visualization Studio, gumpalan filamen-filamen gas tersebut kemudian terus berputar dan menyedot material di sekitarnya.

Gas paling jauh terus mendekat sehingga gas-gas paling besar mengalami kondensasi (pengembunan) dan secara bertahap membentuk planet besar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X