Kompas.com - 20/01/2022, 16:19 WIB


KOMPAS.com – Dalam titrasi asam-basa kuat dan asam-basa lemah, terbentuk larutan penyangga yang membuat perubahan pH tidak terlalu kentara. Namun, apakah sebenarnya larutan penyangga itu? Berikut adalah pengertian dan manfaat dari larutan penyangga!

Pengertian larutan penyangga

Buffer atau larutan penyangga, seperti namanya adalah larutan yang dapat menyangga pH. Dilansir dari Chemtalk, larutan penyangga dapat menahan perubahan pH ketika ditambahkan sejumlah kecil asam atau basa ke dalam larutan tersebut.

Ketika diberikan asam atau basa ke dalamnya, larutan penyangga akan menahan agar tidak terjadi perubahan pH dalam jumlah besar secara mendadak. Pada dasarnya larutan penyangga terbentuk dari asam lemah dan basa konjugasinya, atau basa lemah dan asam konjugasinya.

Baca juga: Pengertian pH dan Cara Menghitungnya

Dilansir dari Chemistry LibreTexts, buffer mampu menahan perubahan pH karena kedua komponen (asam konjugasi dan basa konjugasi) keduanya ada dalam jumlah yang cukup pada keseimbangan. Sehingga, mampu menetralkan sejumlah kecil asam atau basa lain yang masuk) dalam bentuk H3O+ dan OH-).

Jenis-jenis larutan penyangga

Secara umum larutan penyangga terdiri dari dua jenis, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.

Larutan penyangga asam

Larutan penyangga asam adalah buffer yang memiliki pH kurang dari tujuh atau memiliki suasana asam. Larutan penyangga asam terbentuk dari asam lemah dan garam yang terbentuk dari basa konjugasinya.

Larutan penyangga asam akan mempertahankan pH-nya tetap di bawah tujuh jika ditambahkan asam maupun basa. Rumus pH larutan penyangga asam adalah:

Baca juga: Titrasi Asam Basa: Pengertian dan Prosedurnya

pH = pKa – log (a/g)

Dengan,
Ka: tetapan kesetimbangan asam
a: jumlah mol asam
g: jumlah mol basa konjugasi

Larutan penyangga basa

Larutan penyangga basa disebut juga sebagai larutan penyangga alkali memiliki pH di atas tujuh atau memiliki suasana yang asam. Larutan penyangga basa dibuat dari basa lemah dan garam yang terbentuk dari basa konjugasinya.

Larutan penyangga basa akan mempertahankan pH-nya tetap di atas tujuh jika ditambahkan asam maupun basa lain. Rumus pH larutan penyangga basa adalah:

pOH = pKb – log (b/g)

Dengan,
Kb: tetapan kesetimbangan basa
a: jumlah mol basa
g: jumlah mol asam konjugasi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daur Hidup Cacing Filaria

Daur Hidup Cacing Filaria

Skola
Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Skola
Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Skola
Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Skola
Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Skola
Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Skola
Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Skola
Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Skola
Perbedaan Cermin dan Lensa

Perbedaan Cermin dan Lensa

Skola
Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Skola
Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Skola
Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Skola
Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Skola
Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Skola
Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.