Kompas.com - 23/09/2021, 11:30 WIB
Ilustrasi sampah berserakan KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi sampah berserakan

KOMPAS.com – Pasar merupakan pusat kegiatan jual-beli manusia yang menimbulkan banyak sampah. Pasar menghasilkan banyak sampah terutama sampah organik seperti sayur-sayuran, daging, ikan, dan juga sembako dan juga sampah anorganik seperti bungkus plastik.

Seringkali ditemukan banyak sampah berserakan di pasar. Sampah-sampah tersebut menumpuk dalam jumlah banyak dan menimbulkan banyak dampak buruk.

Ketika sampah di pasar berserakan, apa akibatnya bagi lingkungan?

Akibat sampah berserakan 

Berikut beberapa akibat jika sampah di pasar berserakan atau tidak dikelola dengan baik, yaitu:

  • Lingkungan menjadi kotor

Sampah berserakan membuat lingkungan menjadi kotor. Jika terus dibiarkan sampah kan menumpuk dan membuat lingkungan menjadi lebih kotor lagi.

Baca juga: Ketika Sampah di Pasar Berserakan, Apa Akibatnya bagi Orang-Orang?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantai pasar yang kotor cenderung licin karena sampah yang membusuk, membuat lingkunga tidak nyaman ditinggali. Sampah yang berserakan juga menyebabkan polusi karena mengotori tanah, air, juga udara.

Tanah yang tercemar oleh sampah pasar menjadi tidak subur, menyebabkan banyak tumbuhan mati. Adapun air yang tercemar sampah pasar yang membusuk akan mengandung banyak bakteri dan kontaminan sehingga tidak bisa dikonsumsi, baik oleh hewan maupun manusia.

Jika pencemaran tersebut terus dibiarkan, maka dapat menyebabkan kerusakan ekosistem di sekitar pasar. 

  • Lingkungan menjadi bau

Sampah yang berserakan dan menumpuk akan membusuk dan menghasilkan zat beraroma tidak sedap bernama hidrogen sulfida (H2S). Semakin banyak sampah yang membusuk, maka akan semakin banyak gas H2S.

Selain bau, gas tersebut bisa menghilangkan nafsu makan. Jika terhirup dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, mual, batuk, infeksi (pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernafasan bagian bawah), serta penimbunan cairan di paru-paru yang berakibat fatal.

Baca juga: Mengapa Pasar sangat Bau?

  • Menimbulkan penyakit

Sampah organik yang berserakan di pasar menarik kehadiran tikus, kecoa, lalat, hingga burung yang bisa menjadi media penularan penyakit.

Hewan tersebut hidup di sampah yang berserakan dan dengan bebas hinggap di makanan, membawa bakteri dan kuman penyebab penyakit.

Dilansir dari World Health Organization, lalat dapat menularkan penyakit seperti infeksi usus (disentri, diare, tifus, kolera, dan infeksi cacing), infeksi mata (trakoma dan konjungtivis epidemi), poliomyelitis, dan infeksi kulit seperti difteri.

Dikutipdari United States Environmental Protection Agency, kecoa dapat membawa bakteri yang pembawa penyakit seperti salmonella, staphylococcus, dan juga streptococcus. Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti disentrim diare, demam tifoid, juga kolera.

  • Banjir karena aliran air yang tidak lancar

Sampah yang berserakan jika dibiarkan menumpuk dapat menyimbat aliran air. Aliran air yang tersumbat membuat air tidak bisa mengalir dan menggenang di pasar. Hal tersebut bisa menimbulkan banjir ketika hujan turun.

Baca juga: Manfaat Segmentasi Pasar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.