Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/09/2021, 15:30 WIB

KOMPAS.com – Belakangan ini terdengar istilah pekerja migran. Orang yang melakukan migrasi atau perpindahan disebut sebagai migran. Dalam hukum internasional, tidak ada definisi migran secara khusus.

Namun, menurut International Organization for Migration, migran adalah seseorang yang pindah dari tempat tinggalnya yang biasa, baik dalam suatu negara atau melintasi perbatasan internasional, untuk sementara atau selamanya, dan untuk berbagai alasan.

Definisi pekerja migran

Adapun migran yang berpindah dengan tujuan pekerjaan disebut dengan pekerja migran. Menurut International Labour Organization, definisi pekerja migran adalah seseorang yang bermigrasi atau telah bermigrasi dari satu negara ke negara lain yang akan dipekerjaan oleh siapapun selain dirinya sendiri.

Sehingga pekerja migran dapat diartikan sebagai seseorang yang akan pergi, sedang pergi, maupun telah pergi ke suatu negada dengan tujuan bekerja dan menerima upah di luar negeri.

Baca juga: Perbedaan Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja

Syarat-syarat pekerja migran

Untuk dapat menjadi pekerja migran, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 5 sebagai berikut:

Setiap Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri harus memenuhi persyaratan:

  1. berusia minimal 18 (delapan belas) tahun;
  2. memiliki kompetensi;
  3. sehat jasmani dan rohani;
  4. terdaftar dan memiliki nomor kepersertaan Jaminan Sosial; dan
  5. memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan.

Dokumen yang dipersyaratkan terdiri atas surat keterangan status perkawinan, surat keterangan izin wali, sertifikasi kompetensi kerja, surat keterangan sehat, paspor, visa kerja, perjanjian penempatan pekerja migran, dan juga surat perjanjian kerja.

Perlindungan pekerja migran

Pekerja migran bekerja jauh dari negaranya sendiri rentan mengalami kekerasan dan juga pelanggaran hak asasi manusia.

Organisasi Perburuhan Internasional dalam buku Perlindungan & Pencegahan untuk Pekerja Migran Indonesia (2006) menyebutkan jenis kekerasan terkait pekerjaan yang bisa dialami oleh buruh migran adalah pelanggaran kontrak kerja, kondisi kerja dan kondisi hidup yang buruk, terbatasnya kebebasan untuk bergerak, pelecehan dan kekerasan, resiko kesehatan dan keselamatan, kurangnya perlindungan sosial, hingga jerat hutang.

Baca juga: Ketenagakerjaan: Pengertian, kelompok dan Klasifikasi tenaga kerja

Perlindungan terhadap pekerja migran juga tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 7 dan 8 sebagai berikut:

Pasal 7:

Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia Pekerja Migran Indonesia meliputi:

  1. Pelindungan Sebelum Bekerja
  2. Pelindungan Selama Bekerja
  3. Pelindungan Setelah Bekerja

Pasal 8 Ayat (1)

Pelindungan Sebelum Bekerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a meliputi:

  1. pelindungan administratif
  2. pelindungan teknis

Kemudian dijelaskan bahwa perlindungan admistratif dalam pasal 8 ayat (1) paling sedikit meliputi kelengkapan dan keabsahan dokumen penetapan kondisi dan syarat kerja.

Adapun yang dimaksud dengan perlindungan teknis yaitu pemberian sosialisasi dan diseminasi informasi, peningkatan kualitas calon pekerja migran melalui pendidikan dan pelatihan, jaminan sosial, fasilitas pemenuhan hak calon pekerja migran, penguatan peran pegawai fungsional pengantar kerja, pelayanan penempatan di layanan terpadu satu atap, dan pembinaan serta pengawasan.

Baca juga: Angkatan Kerja: Komponen dan Faktornya

Sedangkan yang dimaksud dengan perlindungan selama bekerja adalah pendataan oleh pejabat dinas luar negeri, pemantauan dan evaluasi terhadap pekerjaan, fasilitas pemenuhan hak kerja, fasilitas penyelesaian kasus ketenagakerjaan, layanan jasa kekonsuleran, pendampingan, mediasi, advokasi dan jasa advokat yang diberikan negara sesuai dengan hukum setempat, pembinaan, dan juga fasilitas repatriasi.

Setelah selesai bekerja, pekerja migran juga berhak menerima perlindungan. Perlindungan setelah bekerja berupa fasilitas kepulangan sampai daerah asal, penyelesaian hak pekerja yang belum terpenuhi, fasilitas pengurusan pekerja migran yang sakit atau meninggal dunia, rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial, dan juga pemberdayaan pekerja migran beresta keluarganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Penyebab Terjadinya Konflik

4 Penyebab Terjadinya Konflik

Skola
Cara Agar Terhindar dari Konflik

Cara Agar Terhindar dari Konflik

Skola
Faktor Pendorong Ekspor

Faktor Pendorong Ekspor

Skola
Fungsi Oksigen bagi Tubuh Manusia

Fungsi Oksigen bagi Tubuh Manusia

Skola
Bedanya Because dan Cause

Bedanya Because dan Cause

Skola
Cara Mengerjakan Soal Jarak Rumah Ayu dengan Sekolahnya dengan Rumus Kecepatan

Cara Mengerjakan Soal Jarak Rumah Ayu dengan Sekolahnya dengan Rumus Kecepatan

Skola
Ciri-ciri Tumbuhan dari Suku Papilonaceae

Ciri-ciri Tumbuhan dari Suku Papilonaceae

Skola
Cara Mengerjakan Soal Cerita Pembagian Kelas 4 SD

Cara Mengerjakan Soal Cerita Pembagian Kelas 4 SD

Skola
Mengapa Lichens disebut Tumbuhan Perintis?

Mengapa Lichens disebut Tumbuhan Perintis?

Skola
Macam-macam Bentuk Migrasi Burung

Macam-macam Bentuk Migrasi Burung

Skola
Pengertian Pers dalam Arti Sempit dan Luas

Pengertian Pers dalam Arti Sempit dan Luas

Skola
Pemasaran Tradisional: Pengertian dan Contohnya

Pemasaran Tradisional: Pengertian dan Contohnya

Skola
Contoh Pencemaran Cahaya

Contoh Pencemaran Cahaya

Skola
Pengertian Alkana, Alkena, dan Alkuna

Pengertian Alkana, Alkena, dan Alkuna

Skola
Bilangan Kubik: Pengertian dan Contohnya

Bilangan Kubik: Pengertian dan Contohnya

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+