Kompas.com - 31/07/2021, 16:30 WIB
Matahari tengah malam (midnight sun) di Tanjung Utara di pulau Magerøya di Norwegia. wikipedia.org/Yan ZhangMatahari tengah malam (midnight sun) di Tanjung Utara di pulau Magerøya di Norwegia.

KOMPAS.com - Biasanya matahari terbit saat pagi dan terbenam saat petang. Namun, di beberapa negara di dunia, matahari selalu terbit dan tidak pernah terbenam.

Bahkan saat tengah malam pun, langit masih cerah dan matahari tetap bersinar. Peristiwa ini dikenal dengan midnight sun.

Jika diterjemahkan, midnight sun berarti matahari tengah malam. Fenomena langka ini hanya bisa disaksikan saat musim panas, di kawasan Lingkaran Arktik dan Lingkaran Antartika, seperti Norwegia, Islandia, Svalbard, Lapland, dan Greenland.

Hasil kemiringan sumbu bumi

Midnight sun merupakan hasil kemiringan sumbu bumi. Melansir dari situs Time and Date, garis ekuator bumi tidak sejajar dengan ekliptika. Ekliptika merupakan bidang imajiner yang bentuk permukaannya datar dan terletak di sekitar matahari.

Oleh karena garis ekuatornya tidak sejajar, bumi memiliki kemiringan ekliptika atau kemiringan sumbu bumi sebesar 23,4 derajat.

Baca juga: 5 Negara di Dunia yang Mengalami Matahari Tengah Malam

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat kemiringannya ini, salah satu kutub bumi akan cenderung miring dan mengarah ke matahari. Sedangkan sisi kutub lainnya miring ke arah yang berbeda. Hal ini menyebabkan bumi memiliki perbedaan jenis musim.

Mengutip dari Encyclopaedia Britannica, titik balik matahari terjadi di Juni dan Desember. Ketika berlangsung di Juni, Kutub Utara yang mengarah ke matahari akan mendapat lebih banyak cahaya.

Matahari akan terus menyinari Kutub Utara, dan tidak pernah tenggelam, bahkan saat tengah malam. Sebaliknya, Kutub Selatan akan mengalami kegelapan malam selama 24 jam.

Selanjutnya, saat matahari berada di titik balik di Desember, Kutub Utara akan menjauhi matahari. Kawasan ini akan diselimuti kegelapan malam selama berbulan-bulan, karena matahari tidak pernah terbit. Sedangkan Kutub Selatan akan terus disinari matahari selama 24 jam penuh.

Baca juga: Apa itu Fenomena Aphelion?

Malam kutub kebalikan dari matahari tengah malam

Kebalikan dari midnight sun atau matahari tengah malam adalah malam kutub. Fenomena ini terjadi ketika wilayah Lingkaran Arktik atau Lingkaran Antartika tidak terkena sinar matahari atau mengalami kegelapan malam selama berbulan-bulan.

Malam kutub juga disebabkan oleh kemiringan sumbu bumi. Fenomena ini hanya terjadi pada musim dingin. Baik Kutub Utara atau Selatan, kedua kawasan ini akan mengalami malam kutub secara bergantian.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.