Kompas.com - 15/04/2021, 15:43 WIB
Foto dirilis Rabu (28/10/2020), memperlihatkan puisi pelajar mengenai kembali sekolah di Tipes, Solo, Jawa Tengah. Untuk mewujudkan pelaksanaan KBM tatap muka di tengah pandemi, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menunjuk SMP Negeri 4 mengawali dengan melaksanakan simulasi. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAFoto dirilis Rabu (28/10/2020), memperlihatkan puisi pelajar mengenai kembali sekolah di Tipes, Solo, Jawa Tengah. Untuk mewujudkan pelaksanaan KBM tatap muka di tengah pandemi, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menunjuk SMP Negeri 4 mengawali dengan melaksanakan simulasi.

KOMPAS.com - Puisi adalah karya sastra yang mementingkan atau mengutamakan penggunaan kata dan bahasa, yang mana hal tersebut terikat satu sama lain dengan rima dan irama. Penyusunan puisi didasarkan pada bait serta larik.

Dalam puisi, ada dua jenis unsur pembangun yang harus diperhatikan yaitu batin dan fisik. Berikut penjelasannya: 

  • Unsur intrinsik dalam puisi

Menurut Mukhlis dalam buku Teknik Penulisan Puisi (Teori Aplikasi dan Pendekatan) (2020), puisi memiliki empat unsur batin atau intrinsik, yakni:

  1. Tema
    Tema merupakan gagasan pokok atau gambaran besar yang diungkapkan penulis puisi kepada pembaca. Contohnya tema persahabatan, percintaan, kekeluargaan, dan lain-lain.
  2. Perasaan
    Perasaan menggambarkan hal yang ingin diungkapkan penulis dalam puisinya. Contohnya dalam puisi percintaan menggambarkan perasaan kerinduan penulis terhadap kekasihnya.
  3. Nada dan suasana
    Nada berarti sikap yang ingin ditampilkan penulis atau penyair kepada pembaca. Sedangkan suasana berarti perasaan pembaca setelah membaca puisi tersebut. Contohnya nada dalam puisi kekeluargaan bersifat bercerita. Sedangkan suasana yang ditimbulkan ialah rasa gembira.
  4. Amanat
    Amanat berarti pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca lewat puisinya. Contohnya jika puisi kekeluargaan, amanatnya ialah jangan menyia-nyiakan waktu dengan keluarga.

Baca juga: Rima Puisi dan Irama

  • Unsur ekstrinsik dalam puisi

Ada empat unsur fisik atau ekstrinsik dalam puisi, yakni:

  1. Majas dan irama
    Majas merupakan bahasa kiasan yang digunakan dalam penyusunan puisi. Sedangkan irama adalah alunan bunyi yang berulang dan teratur.
  2. Kata konotasi
    Kata konotasi berarti penggunaan kata yang bermakna tidak sebenarnya. Jenis kata ini sering digunakan dalam penyusunan puisi.
  3. Kata simbol
    Kata simbol merupakan kata yang digunakan untuk melambangkan suatu hal, seperti gambar, tanda, dan lain sebagainya.
  4. Imajinasi puisi
    Imajinasi berarti penulis atau penyair menggunakan imajinasinya untuk membayangkan sesuatu selama pembuatan puisinya.

Baca juga: Deklamasi Puisi dan Tanda Jeda

Contoh puisi dan unsur pembangunnya

Agar lebih mudah memahami unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam puisi, mari kita simak contoh di bawah ini:

Contoh 1: 

Doa - Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X