Kompas.com - 15/04/2021, 14:21 WIB
Pameran bau bertajuk Fleeting - Scents in Colour yang akan diadakan di Museum Mauritshuis di Belanda hingga 29 Agustus 2021 (https://www.mauritshuis.nl/). https://www.mauritshuis.nl/Pameran bau bertajuk Fleeting - Scents in Colour yang akan diadakan di Museum Mauritshuis di Belanda hingga 29 Agustus 2021 (https://www.mauritshuis.nl/).

KOMPAS.com - Seni merupakan ekspresi diri seniman yang di dalamnya terdapat perasaan, emosi, intuisi, imajinasi, bahkan pesan yang tersirat maupun tersurat.

Seni lukis, seni tari, seni musik, seni drama, semuanya memperhatikan aspek estetika atau keindahan.

Dilansir dari Philosophy Now, keindahan dalam seni adalah ukuran keberhasilan komunikasi antara pesan yang ingin disampaikan seniman dan yang dilihat oleh pengamat.

Seni yang indah dapat menangkap emosi yang paling diinginkan oleh senimah kepada pengamatnya. Ada dua teori tentang keindahan yaitu teori keindahan obyektif dan teori keindahan subyektif. Berikut penjelasannya:

  • Teori keindahan obyektif 

Teori keindahan seni dengan pandangan obyektif menitikberatkan keindahan dari bentuk seni itu sendiri. Teori ini digagas oleh Plato dan juga Arsitoteles. Plato beranggapan bahwa keindahan seni adalah obyektif dan bukan pengalaman dari pengamat.

Baca juga: Empat Cabang Seni Budaya

Dilansir dari Lumen Learning, Aristoteles beranggapan bahwa keindahan seni terletak pada ciri-ciri benda seni seperti kesimetrisan, keteraturan, keseimbangan, dan proporsinya.

Baik Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa keindahan benda seni terkandung pada benda itu sendiri, dan bukan dari pikiran orang yang melihatnya.

Maka teori obtektif beranggapan bahwa keindahan datanng dari bentuk karya seni saja, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pengamat yang melihatnya.

  • Teori keindahan subyektif 

Teori keindahan subyektif adalah kebalikan dari teori keindahan obyektif. Pandangan keindahan karya seni secara subyektif didukung oleh David Hume dan Immanuel Kant.

Menurut David Hume, keindahan seni tidak terdapat pada benda melainkan pada perasaan dan emosi yang didapat saat pengamat melihat karya seni tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Musik Daerah Bengkulu

Alat Musik Daerah Bengkulu

Skola
Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Skola
Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Skola
8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

Skola
Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Skola
Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Skola
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Skola
Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Skola
Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Skola
Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Skola
Mengenal Rumah Adat Bali

Mengenal Rumah Adat Bali

Skola
Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Skola
Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Skola
Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Skola
komentar
Close Ads X