Kompas.com - 18/03/2021, 10:52 WIB
Kapal peti kemas berlabuh di Elliott Bay, dekat pusat kota Seattle, AS, 15 Februari 2015. AP via VOA INDONESIAKapal peti kemas berlabuh di Elliott Bay, dekat pusat kota Seattle, AS, 15 Februari 2015.

KOMPAS.com - Suatu negara memiliki banyak hasil alam dan hasil industri yang bisa diperdagangkan di kancah Intenasional.

Tujuan suatu negara melakukan perdagangan Internasional adalah memenuhi kebutuhan dan juga mendapatkan keuntungan.

Namun tidak semua benda (komoditas) tersebut memiliki kualitas dan kuantitas yang sama rata. Ada barang yang hanya bisa diproduksi dalam jumlah sedikit, dan juga ada barang yang bisa di produksi dalam jumlah besar.

Teori Keunggulan Mutlak

Kemampuan produksi dalam bidang ekonomi disebut dengan kapasitas pelaku ekonomi. Hal ini ditangkap oleh seorang ekonom asal Skotlandia bernama Adam Smith.

Adam Smith dalam karyanya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of Wealth of Nations mengemukakan teori keunggulan mutlak sebagai kemampuan interinsik suatu negara untuk menghasilkan lebih banyak komoditas dibandingkan dengan pesaing globalnya.

Teori keunggulan mutlak mendorong negara untuk berfokus pada komoditas yang lebih unggul dibanding pesaing globalnya.

Dilansir dari Investopedia, keuntungan mutlak terjadi saat negara dapat memproduksi barang atau jasa dalam jumlah yang lebih besar namun biaya produksi tetap sama atau bahkan lebih rendah dari negara lain.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Teori Keunggulan Mutlak

Hubungan Teori Keunggulan Mutlak dengan Perdagangan Intenasional

Untuk mendapatkan keunggulan mutlak dalam suatu barang atau komoditas, negara harus melakukan pembagian jam kerja, spesialisasi tenaga kerja, dan efisiensi kegiatan produksi.

Semakin besar jumlah barang yang dihasilkan, maka keuntungan perdagangan barang tersebut bernilai mutlak atau pasti untung besar.

Smith berpendapat bahwa tenaga kerja lebih baik dispesialisasikan pada produksi komoditas unggul dibandingkan dialokasikan pada produksi komoditas yang tidak unggul. Atau dapat dikatakan kita meningkatkan kapasitas produksi barang unggulan saja.

Sebagai gantinya, barang yang tidak unggul bisa diimpor dari negara lain dan membuka jalur perdagangan Internasional. Kita kemudian akan mengekspor komoditas unggulan dalam jumlah besar ke negara lain. Harga jual normal namun rendahnya biaya produksi membuat negara kita akan mendapat banyak keuntungan.

Baca juga: Pengertian Ekspor dan Impor

Sederhananya, seperti kamu jago membuat kue coklat. Kamu dapat membuat 10 kue coklat dengan modal 10.000 rupiah.

Temanmu jago membuat kue strawberry, ia bisa membuat 5 kue strawberry dengan modal 10,000 rupiah. Jika satu kue coklat dan satu kue strawberry memiliki kualitas yang sama dan bisa dibarter. Maka, kamu mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari perdagangan tersebut.

Sehingga teori keunggulan mutlak dapat membuka jalan perdagangan internasional berupa ekspor dan impor. Penerapan teori keunggulan mutlak dapat membuat suatu negara memiliki keuntungan yang besar dari suatu perdagangan internasional.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X