Kompas.com - 16/03/2021, 12:53 WIB
Ilustrasi baju adat Tulang Bawang dari Lampung bobo.grid.id/Instagram @hellonarennIlustrasi baju adat Tulang Bawang dari Lampung

KOMPAS.com - Pakaian adat di Provinsi Lampung bernama Tulang Bawang. Pakaian ini menjadi salah satu peninggalan budaya nasional.

Baju adat Tulang Bawang masih digunakan hingga saat ini baik untuk pesta pernikahan maupun sebagai busana tari untuk simbol penghormatan budaya asli.

Dalam buku Pakaian dan Perhiasan Pengantin Tradisional Lampung (2014) oleh Al Buchari dan kawan-kawan, baju adat Lampung dibedakan menjadi Lampung Pepadun dan Lampung Saubatin atau Pesisir.

Secara umum baju adat keduanya cukup sama, hanya saja yang membedakan pada warna. Jika Lampung Pepadun identik dengan warna putih, sedangkan Lampung Saubatin pada warna merah.

Baca juga: Sadariah, Pakaian Adat Laki-Laki Betawi

Selain baju adat yang dikenakan, baik pengantin pria maupun perempuan juga dilengkapi dengan pernak-pernik yang digunakan.

Baju adat Lampung laki-laki

Pakaian adat Tulang Bawang untuk laki-laki cukup sederhana dibandingkan pakaian wanita. Pengantin pria menggunakan baju lengah panjang berwarna putih atau merah, celana panjang hitam atau senada dengan warna atasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sarung tumpal yang merupakan kain sarung khas Lampung dililitkan pada celana sepanjang lulut kaki. Kemudian ditambahkan dengan khikat akhir atau selendang bujur sangkat yang digunakan melingkar pada pundah untuk menutupi bahu.

Untuk aksesori lainnya yang digunakan pengantin atau untuk pria adalah:

  1. Kalung papan jajar, gantungan tiga lempengan perahu dengan ukuran yang bervariasi. Kalung ini menjadi simbol kehidupan.
  2. Kalung buah jukum, gantungan miniatur buah jukum yang berarti doa agar mendapat keturunan.
  3. Selempang pinang, kalung menyerupai gantungan buah atau bunga.
  4. Gelang burung, gelang dengan hiasan burung garuda terbang.
  5. Ikat pigang atau bulu yang dilengkapi dengan keris.

Baca juga: Baju Kurung Tanggung, Pakaian Adat Jambi

Baju adat Lampung perempuan

Berdasarkan jurnal Kajian Makna pada Aksesori Pakaian Adat Lampung Pepadun (2018) oleh Roveneldo, untuk perempuan mengenakan baju Selappai yaitu baju tanpa lengan dengan hiasan rumbai ringgit di bawahnya.

Dilengkapi dengan baju Bebe yang merupakan sulaman benang satin berbentuk bunga teratai. Selain itu beberapa aksesori penting yang harus digunakan yaitu:

  1. Siger atau sigor, mahkota emas khas Lampung sebagai hias kepala. Mahkota ini melambangkan keagungan adat budaya Lampung. Pada Siger terdapat seraja bulan.
  2. Subang, perhiasan yang digantungkan di ujung daun telinga, biasanya berbentuk menyerupai buah kenari dan terbuat dari bahan emas.
  3. Kalung buah jukum, kalung berbentuk menyerupai buah jukum yang dirangkai sebagai simbolis.
  4. Kalung papan jajar, kaling dengan gantungan tiga lempengan siger kecil atau perahu.
  5. Kalung ringgit, kalung dengan aksesori sembilan buah uang ringgit.
  6. Selempang pinang yang digantungkan melintang dari bahu ke pinggang menyeruipai bunga serta bulu serti sebagai ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berwarna merah.
  7. Beragam jenis gelang, seperti gelang burung, gelang kano, gelang bibit, dan gelang duri.

Baca juga: Taa dan Sapei Sapaq, Pakaian Adat Kalimantan Utara


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.