Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menyampaikan Presentasi yang Baik

Kompas.com - 01/02/2021, 14:52 WIB
Serafica Gischa

Penulis

KOMPAS.com - Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menyampaikan presentasi.

Poin penting dalam menyampaikan presentasi adalah apakah materi presentasi tersebut bisa menarik perhatian audience atau tidak.

Dalam Buku Ajar Teknik Presentasi (2020) oleh Tika Lestari, agar presentasi berjalan dengan baik dan efektif, terdapat 10 cara melakukan presentasi, sebagai berikut:

  • Pembukaan presentasi yang mengesankan

Kesan pertama merupakan hal yang along penting, sehingga dalam menyampaikan presentasi harus membuat kesan yang baik dan mengesankan.

Jika presentasi dimulai setekah makan siang, sebelum masuk pada topik presentasi bisa diawali dengan melakukan intermeso, yel-yel, atau game. Agar audience tidak merasa kantuk dan bosan.

Baca juga: Perencanaan Dokumen Presentasi yang Baik

  • Tingkatkan rasa percaya diri

Salah satu yang menyebabkan presentasi gagal dilakukan adalah tidak yakin bahwa Anda bisa menyampaikan presentasi.

Rasa malu dan grogi biasanya sering dialami seseorang ketika harus presentasi. Sehingga yakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa berbicara di depan orang banyak.

Dengan terlihat percaya diri, maka audience akan merasa yakin dengan diri Anda sebagai pembicara.

  • Tunjukkan rasa semangat, gembira, dan bahagia

Ketia presentasi sudah dipersiapkan dengan baik, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menyampaikan presentasi dengan semangat, tidak loyo, tidak malas-malasan, dan sebagainya.

Apapun kondisi yang dialami semaksimal mungkin tidak diperlihatkan di depan audience.

Baca juga: Cara Membuat Presentasi yang Baik

  • Sering berlatih dan simulasi

Seringlah berlatih dan melakukan simulasi agar terbiasa berbicara di depan umum. Cara berlatih yang bisas dilakukan adalah dengan terlebih dahulu berlatih mandiri berbicara di depan cermin.

Dari situ Anda mengetahui mimik muka dan cara pembawaan ketika berbicara. Memahami bagaimana intonasi dan kekuatan suara yang harus dibawakan.

Jika dirasa sudah baik, mulailah berlatih presentasi di depan keluarga, teman,d an akhirnya bisa menyampaikan presentasi di depan orang banyak.

  • Antusiasme

Kondisi yang dialami saat berlangsungnya presentasi tentu tidak dapat dihindari. Kemungkinan suasana yang tidak sesuai keinginan akan membuat suasana hati menjadi terbawa.

Tunjukkan terus antusiasme, apapun dan bagaimanapun kondisi yang sedang ANda alami selama presentasi berlangsung.

Baca juga: Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

  • Hindari berbicara dengan slide

Seringkali pembicara terlalu fokus dengan isi slide dari presentasi. Sehingga tanpa sadar, presentasi yang disampaikan hanya membaca slide saja.

Gunakan slide hanya sebagai alat bantu menjelaskan poin presentasi. Selebihnya Anda harus mengembangkan materi presentasi tersebut secara lisan.

  • Kuasai materi presentasi

Disadur dari buku Business Communication (2020) oleh Abigail dan kawan-kawan, kunci keberhasilan lainnya adalah harus menguasai materi presentasi yang akan dibawakan.

Sehingga ketika berhadapan dengan audience, materi yang disampaikan terlihat mengalir.

  • Sense of Humor

Humor pada saat menyampaikan presentasi digunakan untuk memecahkan keheningan dan rasa kaku saat presentasi.

Humor yang digunakan sebaiknya tidak terlalu panjang dan hanya digunakan sebagai ice breaking atau memecah suasana.

  • Tidak bertele-tele

Sampaikan materi presentasi dengan jelas dan langsung pada permasalahan serta solusinya. Tujuannya untuk mengurangi kebosanan pada audience dan membuat audience puas serta terus mendengarkan presentasi Anda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Direct and Indirect Speech dalam Bahasa Inggris

Direct and Indirect Speech dalam Bahasa Inggris

Skola
4 Unsur Pembentuk Kepribadian

4 Unsur Pembentuk Kepribadian

Skola
3 Jenis Wewenang Menurut Max Weber

3 Jenis Wewenang Menurut Max Weber

Skola
Perbedaan Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial

Perbedaan Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial

Skola
Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Median atau Nilai Tengah

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Median atau Nilai Tengah

Skola
Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Mean atau Rata-rata

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Mean atau Rata-rata

Skola
Komunikasi Verbal: Pengertian dan Contohnya

Komunikasi Verbal: Pengertian dan Contohnya

Skola
5 Perbedaan Utang dan Piutang dalam Akuntansi

5 Perbedaan Utang dan Piutang dalam Akuntansi

Skola
Definisi Konflik Sosial dan Contohnya

Definisi Konflik Sosial dan Contohnya

Skola
Kerangka Surat Lamaran Pekerjaan yang Tepat

Kerangka Surat Lamaran Pekerjaan yang Tepat

Skola
Serat Wulangreh Pupuh Durma

Serat Wulangreh Pupuh Durma

Skola
Kerajaan Islam di Sumatera yang Masih Berdiri

Kerajaan Islam di Sumatera yang Masih Berdiri

Skola
Patrape Nggawa Basa Jawa

Patrape Nggawa Basa Jawa

Skola
Langkah-langkah Memainkan Alat Musik Tradisional

Langkah-langkah Memainkan Alat Musik Tradisional

Skola
15 Contoh Kalimat Menggunakan Who, Whom, dan Whose

15 Contoh Kalimat Menggunakan Who, Whom, dan Whose

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com