Kompas.com - 26/01/2021, 15:42 WIB
Ilustrasi menulis teks pidato freepik.com/pch.vectorIlustrasi menulis teks pidato

KOMPAS.com - Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia, pidato diartikan sebagai ungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Idonesia, pidato adalah penyampaian dan penanaman pikiran, informas, atau gagasan dari pembicara kepada khalayak ramai.

Pidato biasanya disampaikan secara lisan dalam acara-acara resmi, seperti peringatan bersejarahm perayaan hari besar, atau pembukaan kegiatan.

Agar pidato dapat disampikan dengan baik, sebaiknya mempersiapkan materi piodato yang akan disampaikan. Materi pidato dapat disampaikan secara lengkap atau hanya pokoknya saja.

Baca juga: 4 Metode Pidato

Menulis teks pidato

Dalam berpidato dapat menggunakan teks maupun tanpa teks. Hal ini tergantung pada siapa dan kapan pidati disampaikan.

Bagi yang sudah berpengalaman, biasanya menyampaikan pidato tanpa teks. Namun, bagi pemula lebih suka berpidati dengan teks. Karena bisa membantu mereka fokus.

Dalam buku Pintar Pidato: Kiat Menjadi Orator Hebat (2020) Oleh Arif Yosodipuro, tahapan atau cara menulis teks pidato terdiri dari:

Untuk menentukan topik yang baik, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan retor.
  2. Topik harus menarik minat rotor
  3. Topik harus menarik minat pendengar
  4. Topik harus sesuai dengan pengetahuan pendengar
  5. Topik harus terang ruang-lingkup dan pembatasannya
  6. Topik harus sesuai dengan waktu dan situasi
  7. Toppik harus dapat ditunjang dengan bahan yang lain

Baca juga: Pidato Persuasif, Bagian dari Teks Eksposisi

Topik menjadi poin penting dalam penulisan teks pidato. Karena dari poin ini, teks pidato akan dikembangkan. Untuk pengembangannya, dapat menggunakan peta konsep atau mind map.

Terdapat beberapa unsur pengembangan ide, konsep, atau pemikiran, yaitu:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Skola
Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Skola
Mengenal Senjata Tradisional Banten

Mengenal Senjata Tradisional Banten

Skola
Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Skola
Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Skola
3 Senjata Tradisional Aceh

3 Senjata Tradisional Aceh

Skola
4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

Skola
Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata Tradisional Sumatera Utara

Skola
Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Skola
3 Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

3 Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Skola
Alat Musik Kangkuang, Kalimantan Barat

Alat Musik Kangkuang, Kalimantan Barat

Skola
Ladolado, Alat Musik Khas Sulawesi Tenggara

Ladolado, Alat Musik Khas Sulawesi Tenggara

Skola
Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Skola
Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Skola
komentar
Close Ads X