4 Metode Pidato

Kompas.com - 02/12/2020, 18:20 WIB
Ilustrasi pidato terakhir Presiden Andrew Johnson sebelum dimakzulkan ShutterstockIlustrasi pidato terakhir Presiden Andrew Johnson sebelum dimakzulkan

KOMPAS.com - Pidato diartikan sebagai pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Pengungkapan pikiran tersebut juga dapat berwujud wacana.

Arif Yosodipuro dalam Pintar Pidato: Kiat Menjadi Orator Hebat (2020), berpendapat bahwa metode pidato adalah cara penyampaian pidato, yakni bagaimana pidato itu disampaikan kepada audiens.

Penyampaian pidato dibagi menjadi empat metode. Pembagian tersebut ditinjau dari presentasi orang yang membawakan pidato. Setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

Berikut penjabaran singkat mengenai metode pidato:

Metode Naskah

Metode ini merupakan metode dimana orang yang menyampaikan pidato membaca naskah pidato yang sudah disiapkan sebelumnya. Naskah tersebut disusun, kemudian dibaca lengkap dari awal sampai akhir pidato.

Metode pidato ini biasa digunakan dalam menyampaikan pidato formal dan resmi, seperti pidato kenegaraan, sambutan pemerintah, atau laporan dari lembaga resmi.

Baca juga: Menyampaikan Pidato Persuasif

Kelemahan dari metode naskah antara lain:

  • Kurang mendapat perhatian dari publik karena tatapan penyampai pidato kadang fokus pada naskah
  • Penyampai pidato harus pandai mengatur intensitas memandangi naskah dan berinteraksi dengan publik dengan tatapan mata
  • Terkesan monoton
  • Cenderung membosankan

Kelebihan metode naskah adalah sebagai berikut:

  • Penyampaiannya lancar dan mempermudah orator menyampaikan isi pidato
  • Pidato menjadi lebih fokus dan tidak melebar dari inti pembahasan
  • Pilihan diksi atau kata lebih tertata karena sudah dipersiapkan sebelumnya
  • Pidato dapat dipersiapkan secara sistematis, lengkap, dan matang
  • Penulisan naskah pidato dapat direvisi sebelum disampaikan di hadapan publik
  • Waktu yang dihabiskan dalam menyampaikan pidato lebih terukur

Metode Menghapal atau Memorasi

Metode ini tidak perlu membawa naskah atau teks lainnya karena penyampai pidato menghapal seluruh isi pidato.

Naskah pidato juga dipersiapkan sebelumnya, tetapi tidak dibawa saat berhadapan dengan publik.

Pidato dengan metode ini biasa digunakan di kalangan pelajar atau orator publik pemula. Di kalangan pelajar, pidato metode menghapal ditujukan untuk proses pembelajaran. Metode menghapal juga diterapkan dalam berbagai lomba pidato.

Kelemahan dari metode menghapal antara lain:

  • Penyampaian pidato terkesan kaku bila penyampai pidato tidak mengapal dengan baik
  • Mudah hilang konsentrasi bila lupa. Hal ini menyebabkan metode menghapal rentan melenceng dari topik.

Kelebihan metode menghapal adalah sebagai berikut:

  • Mendapat perhatian dari publik karena terjadi interaksi berupa tatapan mata
  • Naskah dapat dipersiapkan sebelumnya tampil
  • Dapat menguasai materi dengan syarat persiapan yang matang
  • Memperkuat dan melatih daya ingat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Skola
Cara Menghitung Luas Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium

Skola
Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Skola
Rumus Beban Jungkat-Jungkit

Rumus Beban Jungkat-Jungkit

Skola
Jenis-Jenis Jembatan

Jenis-Jenis Jembatan

Skola
Contoh Surat Penawaran Resmi dan Balasannya

Contoh Surat Penawaran Resmi dan Balasannya

Skola
Surat Penawaran: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Strukturnya

Surat Penawaran: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Strukturnya

Skola
Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari 1904 Hingga 1949

Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari 1904 Hingga 1949

Skola
Sadariah, Pakaian Adat Laki-Laki Betawi

Sadariah, Pakaian Adat Laki-Laki Betawi

Skola
Baju Kurung Tanggung, Pakaian Adat Jambi

Baju Kurung Tanggung, Pakaian Adat Jambi

Skola
Cerita Mitos (Mite) dan Contohnya

Cerita Mitos (Mite) dan Contohnya

Skola
Pengertian Cerita Jenaka dan Contohnya

Pengertian Cerita Jenaka dan Contohnya

Skola
Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Fiksi

Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Fiksi

Skola
Cerita Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Cerita Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Skola
Kaligrafi: Pengertian, Perkembangan dan Fungsinya

Kaligrafi: Pengertian, Perkembangan dan Fungsinya

Skola
komentar
Close Ads X