Kompas.com - 19/12/2020, 16:15 WIB
Sejumlah peserta mengenakan kostum lurik karnaval saat mengikuti Klaten Lurik Carnival 2017 di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2017). Perhelatan Klaten Lurik Canival 2017 yang diikuti sebanyak 36 kontingen tersebut bertujuan untuk mengangkat potensi karya kerajinan lokal kain lurik Kabupaten Klaten menuju ranah pasar nasional dan internasional. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoSejumlah peserta mengenakan kostum lurik karnaval saat mengikuti Klaten Lurik Carnival 2017 di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2017). Perhelatan Klaten Lurik Canival 2017 yang diikuti sebanyak 36 kontingen tersebut bertujuan untuk mengangkat potensi karya kerajinan lokal kain lurik Kabupaten Klaten menuju ranah pasar nasional dan internasional.

KOMPAS.com - Tenun lurik tradisional yang berasal dari berbagai daerah seperti  Yogyakarta dan Surakarta memiliki motif khas yang beragam dan memiliki makna simbolis.

Seiring perkembangan zaman, motif-motif modern hadir menjadi pengembangan dari motif yang telah ada terutama pada segi coraknya.

Hal tersebut merupakan usaha pengrajin untuk tetap mempertahankan eksistensi kain-kain tradisional.

Dikutip dari buku Lurik-Pesona Ragam & Filosofi (2015) karya Asti Musman, ada beberapa corak kain lurik beserta filosofinya yang berada diberbagai daerah. 

Berikut beberapa corak kain lurik beserta filosofinya:

  • Motif Liwatan

Liwatan dalam Bahasa Jawa artinya dilewati. Kain tersebut adalah salah satu yang digunakan dalam acara selamatan tujuh bulanan atau mitoni.

Baca juga: Kain Tenun Lurik: Pengertian, Corak dan Fungsinya 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama liwatan memiliki harapan agar bayi yang dikandung dapat lahir dengan selamat.

Motif liwatan termasuk dalam corak lajuran yaitu kelompok garis lajur pada kedua sisi kain yang mengapit pada kelompok garis bagian tengah yang memiliki tata corak warna yang berbeda dengan kelompok garis yang mengapitnya.

  • Motif Lasem

Dilansari dari buku Lurik: Garis-Garis Bertuah (The Magic Stripes) (2000) karya Nian S. Djoemen, nama lasem diambil dari nama salah satu gending Jawa.

Lurik corak lasem digunakan pada acara mitoni atau upacara tujuh bulan kehamilan. Motif tersebut merupakan mewujudkan perajutan kasih yang bahagia dan tahan lama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Skola
Cara Menyusun Neraca Pegawai

Cara Menyusun Neraca Pegawai

Skola
Ruang Lingkup Pemasaran

Ruang Lingkup Pemasaran

Skola
Apa itu Carding?

Apa itu Carding?

Skola
Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Skola
Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Skola
6 Unsur Manajemen

6 Unsur Manajemen

Skola
Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Skola
Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Skola
Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Skola
Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Skola
Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Skola
Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Skola
Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Skola
Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Skola
komentar
Close Ads X