Kompas.com - 19/12/2020, 15:15 WIB
Perajin kain tenun lurik di Desa Banguncipto ini selalu banjir pesanan, apalagi sejak kebijakan wajib mengenakan pakaian tradisional sekali dalam 35 hari, tepatnya jatuh di hari Kamis Pahing.  KOMPAS.com/ Dani JPerajin kain tenun lurik di Desa Banguncipto ini selalu banjir pesanan, apalagi sejak kebijakan wajib mengenakan pakaian tradisional sekali dalam 35 hari, tepatnya jatuh di hari Kamis Pahing.

KOMPAS.com -  Salah satu bentuk kebudayaan Jawa yang masih diwariskan secara turun temurun adalah kain tradisional.

Ada beberapa kain tradisional masyarakat Jawa, seperti batik hingga tenun lurik. Masyarakat Jawa memiliki banyak jenis kain tradisional untuk dipakai pada kepentingan adat.

Kain tenun lurik telah ada di Jawa sejak lama dan tersebar dibeberapa daerah di Jawa, seperti Yogyakarta, Klaten, atau Solo dan sudah menjadi kerajinan tradisional.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lurik merupakan kain tenun yang coraknya berlajur-lajur.

Dikutip dari buku  Lurik: Garis-Garis Bertuah: The Magic Stripes (2000) karya Nian S. Djoemena tenun lurik merupakan salah satu kain tenun Indonesia yang sederhana baik dalam penampilan maupun pengerjaannya, namun kain lurik ini sarat dengan berbagai makna.

Baca juga: Syarat-Syarat Perancangan Benda Kerajinan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari buku berjudul Kain Tenun (1998) karya Martono, kain lurik dalam istilah Jawa kuna disebut larik yang berarti baris, deret, garis atau lajur.

Pendapat lain mengatakan lurik berasal dari kata "rik" yang berarti garis atau parit dengan bermakna sebagai pagar atau pelindung bagi pemakainya.

Terdapat sumber yang mengatakan bahwa motif tenun lurik yang berbentuk kotak-kotak (terbentuk dari garis vertikal dan horisontal yang bertemu) merupakan inspirasi dari buah nangka yang belum matang yang dicacah-cacah.

Kemudian membentuk motif kotak-kotak yang dalam corak tenun lurik terdapat motif cacah gori atau dam-daman.

Corak

Secara garis besar corak kain lurik dibagi dalam tiga corak, yaitu:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X