Revolusi Hijau di Indonesia

Kompas.com - 10/12/2020, 16:18 WIB
Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto mengangkat seikat tanaman padi saat menghadiri panen raya di lokasi transmigrasi Tanah Miring III, Kab. Manokwari, Irian Jaya, Sabtu (7/5/1994). Presiden dan Ibu melakukan kunjungan kerja di propinsi paling timur itu selama dua hari (6-7 Mei 1994). Dok AntaraPresiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto mengangkat seikat tanaman padi saat menghadiri panen raya di lokasi transmigrasi Tanah Miring III, Kab. Manokwari, Irian Jaya, Sabtu (7/5/1994). Presiden dan Ibu melakukan kunjungan kerja di propinsi paling timur itu selama dua hari (6-7 Mei 1994).

KOMPAS.com - Revolusi Hijau merupakan sebuah upaya modernisasi sistem dan budaya pertanian di negara-negara berkembang, khususnya di Amerika Latin dan Asia.

Melalui Revolusi Hijau, petani dikenalkan dengan penggunaan pupuk buatan, pestisida, bibit unggul, peralatan pertanian modern dan sistem budidaya pertanian yang baru.

Dalam jurnal Revolusi Hijau dan Perubahan Sosial Ekonomi Petani Wanita di Kabupaten Sleman tahun 1970-1984 (2015) karya Zuminati Rahayu, Revolusi Hijau pada awalnya diperkenalkan oleh Norman Barloug pada tahun 1968.

Ia mampu mengembangkan varietas unggul HYV (Haigh Yielding Variety) pada tumbuhan utama pangan seperti padi, gandum, jagung dan lainnya.

Baca juga: Politik Luar Negeri Indonesia Masa Orde Baru

Revolusi Hijau di Indonesia

Penerapan Revolusi Hijau di Indonesia terjadi pada masa Orde Baru. Pada tahun 1970 hingga 1980, pemerintahan Orde Baru melakukan investasi besar-besaran terhadap sektor pertanian.

Pemerintah Orde Baru membangun dan mengembangkan program-program modernisasi pertanian yang bertujuan untuk menigkatkan produksi pertanian Indonesia.

Dalam buku Petani dan Penguasa (1999) karya Noer Fauzi, terdapat empat usaha pokok yang dapat dilakukan untuk peningkatan produksi pertanian, yaitu :

  • Intensifikasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara meningkatkan produktivitas kerja.
  • Ekstensifikasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara menambah faktor produksi pertanian
  • Diversifikasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara pengembangan keanekaragaman jenis produk pertania
  • Rehabilitasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara memulihkan lahan dan sumber daya pertanian yang sudah kritis

Baca juga: Kondisi Politik masa Orde Baru

Pada tahun 1984, pemerintah Orde Baru mengeluarkan program Pancausaha Tani yang terdiri dari lima asas utama, yaitu:

  1. Pemilihan dan penggunaan bibit unggul
  2. Pemupukan secara teratur
  3. Irigasi yang baik dan cukup
  4. Pemberantasan hama secara intensif
  5. Teknik penanaman yang teratur

Dampak Revolusi Hijau

Revolusi Hijau pada masa pemerintahan Soeharto berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan besar dunia pada dekade 1980-an. Dampak positif Revolusi Hijau, yakni:

  1. Meningkatnya kesejahteraan petani
  2. Menguatnya perekonomian pedesaan
  3. Meningkatkan ketahanan pangan nasional
  4. Membuka kesadaran masyarakat pedesaan akan pentingnya adaptasi teknologi

Baca juga: Sistem Kepartaian masa Orde Baru

Revolusi Hijau tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberi dampak negatif. Berikut dampak negatif Revolusi Hijau :

  1. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan pestisida yang tidak ramah lingkungan
  2. Penggunaan teknologi modern dalam usaha tani yang belum merata menimbulkan kesenjangan
  3. Munculnya kapitalisasi dalam sektor pertanian


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Skola
Interval Nada Harmonis dan Melodis

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Skola
Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Skola
Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Skola
10 Patung Tertinggi di Dunia

10 Patung Tertinggi di Dunia

Skola
Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Skola
Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Skola
Gejala Listrik Dinamis

Gejala Listrik Dinamis

Skola
Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Skola
Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Skola
Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Skola
Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Skola
Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Skola
Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Skola
Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Skola
komentar
Close Ads X