Perang Tondano Melawan Belanda

Kompas.com - 21/10/2020, 14:22 WIB
Benteng Moraya, saksi perlawanan Tondano sampai titik darah penghabisan. tribunnews.comBenteng Moraya, saksi perlawanan Tondano sampai titik darah penghabisan.

KOMPAS.com - Tondano merupakan salah satu kawasan di Minahasa, Sulawesi Utara. Rakyat Tondano pernah melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda dibawah bendera VOC maupun pemerintah Kolonial Hinda Belanda.

Kontak awal Belanda dengan rakyat Minahasa dilakukan dengan damai. Dalam buku Sejarah Perlawanan terhadap Kolonialisme Imperialisme di Sulawesi Utara (1984) karya Drs J.P Tooy dkk, disebutkan bahwa VOC menyatakan perjanjian persahabatan dengan rakyat Minahasa pada awal kedatangannya di tahun 1967.

Namun, perjanjian persahabatan pada akhirnya hanyalah sebuah siasat dari VOC agar mereka diterima dan bisa mengambil langkah untuk menguasai kawasan Sulawesi Utara.

Latar belakang

Perlawanan Tondano melawan pemerintah kolonial Belanda dimulai ketika memasuki abad ke 19, sekitar tahun 1807-1809.

Baca juga: Perlawanan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi terhadap VOC

Dilansir dari buku Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 4 (2012) karya Taufik Abdullah dan A.B Lapian, latar belakang terjadinya perlawanan Tondano adalah :

  • Upaya mobilisasi pemuda Minahasa untuk dijadikan pasukan Belanda demi menghadapi serangan dari Inggris.
  • Dilanggarnya Verbond 10 Januari 1679 yang menyatakan bahwa walak-walak (persekutuan kekerabatan) di Minahasa memiliki kedudukan yang setara dengan Belanda.

Jalannya perlawanan

Sebanyak 15 dari 26 Kepala Walak bersekutu untuk memerangi Belanda pada pertemuan tahun 1806. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk membahas strategi yang akan digunakan untuk memerangi Belanda pada 1807.

Strategi tersebut mengatur tentang pemusatan perlawanan, pembagian tugas antar walak dan pengaturan logistik perang.

Pasukan Belanda dibawah kepala residen Prediger mulai melakukan penyerangan terhadap Tondano pada Januari 1807. Penyerangan tersebut lansung diarahkan menuju perbentengan dan danau Tondano.

Baca juga: Perlawanan Etnis Tionghoa terhadap VOC

Namun, karena kuatnya pertahanan dari rakyat Tondano, Belanda belum mampu memperoleh kemenangan hingga pada Juli 1809.

Kedua belah pihak mengalami pasang-surut dalam kemenangan dan kekalahan, demikian pula korban dari masing­masing pihak tak bisa terhindarkan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X