Kompas.com - 05/08/2020, 17:54 WIB
Ilustrasi. aub.ac.ukIlustrasi.

KOMPAS.com - Seni lukis merupakan pengembangan dari kegiatan menggambar. Sebuah lukisan biasanya didasarkan pada corak, gaya, teknik, bahan, dan alat karya.

Obyek yang biasanya digunakan untuk melukis beragam, mulai dari tumbuhan, hewan, manusia, lingkungan, dan masih banyak lainnya.

Dalam buku Panduan Dasar Melukis dengan Cat Minyak (2005) karyan Rahman Rohim, seni lukis sudah ditemukan sejak zaman prasejarah dan dibuktikan dari temuan lukisan di dinding gua.

Untuk mecapai hasil yang maksimal dalam mengerjakan suatu pekerjaan, persiapan yang matang dan terencana menjadi hal mutlak untuk dilakukan.

Baca juga: Seni Lukis: Pengertian, Teknik dan Alat

Begitu juga dengan melukis, terdapat beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam berkarya seni lukis, yaitu:

Contoh kuas untuk melukispinterest.com Contoh kuas untuk melukis
Alat

Berikut beberapa alat yang digunakan:

  • Kuas

Secara umum, kuas digunakan untuk menempelkan cat minyak, akrilik, maupun air pada permukaan kanvas. Kuas cat biasanya bertangkai panjang dengan bulu kuas yang berntuknya variasi.

Ada yang berbulu runcing, rata, bulat, miring, dan berbentuk seperti kipas. Masing-masing bentuk memiliki fungsi yang berbeda.

Kegunaan kuas berbulu rata berdasarkan ukurannya sebagai berikut:

Kuas nomor 1-3 berguna untuk pendetailan
Kuas nomor 10-12 biasanya digunakan untuk pemblokan warna
Kuas rata semua nomor bisa digunakan untuk penduselan (tergantung bidang yang dikehendaki).

Baca juga: Unsur-unsur Seni Lukis

Sehingga memiliki kuas yang bermacam-macam berguna untuk memaksimalkan hasil lukisan yang dibuat.

  • Palet

Palet adalah tempat untuk menampung cat yang akan digunakan ketika melukis. Selain itu, palet juga berfungsi untuk mengoplos atau mencampur warna.

Pada dasarnya, semua permukaan yang rata dan datar dapat dijadikan palet asalkan ukurannya lebar untuk menampung kurang lebih 10 warna.

Hindari menggunakan palet dari triplek karena cat mudah terserap pori-pori triplek dan akhirnya mengering.

  • Pisau palet

Fungsi utama pisau palet adalah untuk mengaduk cat dan mencampur warna di atas palet sampai warna yang diinginkan tercapai.

Pisau palet akan berguna ketika hendak memplamir permukaan kanvas yang luass secara merata. Misalnya saat pemblokan warna.

Fungsi lain pisau palet adalah untuk mencongkel cat yang telah mengeras di atas palet. Sebaiknya, biasakan diri untuk mencampur warna terlebih dahulu di atas palet sebelum diaplikasikan di kanvas.

Baca juga: Macam-macam Aliran Seni Lukis

  • Wadah pencucian kuas

Selain untuk mencuci kuas yang kotor, wadah ini berguna juga untuk merendam kuas yang belum digunakan.

Wadah pencucian kuas bisa berupa kaleng bekas yang di dalamnya diisi dengan minyak tanah atau terpentin. Kebersihan bulu kuas penting karena hasil lukisan akan terlihat kusam dan kotor jika kuas tidak di cuci.

  • Kain lap

Kain lap berfungsi untuk mengeringkan bulu kuas yang basah setelah dicuci atau direndam. Kain lap yang digunakan sebaiknya memiliki daya serap tinggi, seperti kain katun. Sehingga pengirangan bulu kuas lebih optimal.

  • Easel atau standing

Easel berfungsi sebagai tempat berdirinya kanvas selama proses melukis. Meksipun terdapat banyak model, fungsinya tetap sama.

  • Kanvas atau kertas

Kanvas merupakan sarana yang wajib digunakan untuk melukis dengan cat minyak. Kanvas terbuat dari kain jenis tertentu yang permukaannya telah di plamir.

Baca juga: Seni Kriya sebagai Kerajinan Tangan

Hal ini bertujuan agar cat minyak tidak tembus ke bagian belakang kain selama proses melukis berlangsung.

Secara umum, kanvas dibedakan menjadi dua jenis, yaitu untuk cat minyak dan cat akrilik.

Sedangkan untuk kertas dalam melukis dengan cat air dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu harus tebal, bertekstur, dan biasa.

Prinsipnya kertas yang berkualitas baik dapat menyerap air, tidak menimbulkan flek (noda) pada hasil lukisan/ Serta tidak hancur atau rusak jika terkena air.

Cat untuk melukispinterest.com Cat untuk melukis
Bahan

  • Cat minyak

Membeli cat minyak per warna lebih efektif karena warna-warna dalam satu kotak tidak semuanya benar-benar diperlukan.

Memilih warna-warna yang selalu dibutuhkan untuk melukis memang tidak mudah, terutama bagi pemula. Sehingga dibutuhkan pengetahuan teoritis yang berhubungan dengan teori warna.

Baca juga: Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi dan Unsur Fisiknya

Secara umum, warna-warna yang dibutuhkan untuk melukis adalah warna primer, warna sekunder, warna tersier, serta hitam dan putih (non warna).

Berikut penjelasannya:

  1. Warna primer, merupakan warna pokok yang beridir sendiri dan bukan hasil pencampuran dua warna atau lebih. Terdiri dari merah, kuning, dam biru.
  2. Warna sekunder, merupakan warna hasil pencampuran dua macam warna primer. Seperti warna jingga (kuning dan merah), ungi (biru dan merah), dan hijau (biru dan kuning).
  3. Warna tersier, adalah warna hasil pencampuran tiga warna )bisa primer atau warna sekunder) atau dua macam warna sekunder.
  • Vernis

Vernis digunakan pada lukisan dengan cat minyak dan berguna untuk memberikan daya tahan yang lebih lama pada lukisan. Orientasinya adalah ke masa depan. Vernis diaplikasikan setelah lukisan selesai dikerjakan.

Idealnya, enam bulan setelah dianggap selesai sebuah lukisan baru layak divernis.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X