Kompas.com - 13/07/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi planet Bumi ShutterstockIlustrasi planet Bumi
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Bumi merupakan salah satu planet terbesar kelima yang ada di tata surya. Bumi, planet yang memiliki urutan ketiga dari matahari setelah Merkurius dan Venus.

Bumi merupakan planet terpadat diantara planet yang ada di tata surya. Karena bumi, planet yang bisa tempati oleh makhluk hidup.

Ada beberapa teori yang dikemukakan para ilmuwan mengenai proses pembentukan bumi.

Teori-teori pembentukan bumi

Proses bagaimana terjadinya Bumi dan tata surya kita menjadi bahan perdebatan diantara para ilmuwan.

Dalam buku Pengantar Geologi (2014) karya Djauhari Noor, banyak pemikiran-pemikiran yang sudah dikemukakan untuk menjelaskan terjadinya planet-planet yang menghuni tata surya kita.

Baca juga: Bentuk-bentuk Muka Bumi

Berikut beberapa teori proses pembentukan bumi, yakni:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam teori nebula disebutkan bahwa tata surya berawal dari nebula atau kabut. Teori nebula dikemukakan oleh ilmuwan Immanuel Kant dan Pierre Marquis de Laplace.

Mereka beranggapan adanya suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa dengan suhu yang tidak terlalu panas.

Karena penyebarannya yang sangat terpencar. Benda tersebut yang kemudian disebut sebagai awal mula dari matahari.

Gaya tarik-menarik antargas membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat.

Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabit dibagian khatulistiwa terlempar dan berpisah, kemudian memadat karena pendinginan. Pada bagian yang terlempar itu menjadi planet-planet salah satunya bumi.

Baca juga: Tenaga Pembentuk Muka Bumi

Sekitar 5 miliar tahun yang lalu, nebula mulai kontraksi karena gaya gravitasi dan mulai berputar menjadi lebih pipih.

Pada akhirnya matahari mulai mengalami fusi dan planet baru terbentuk mulai memisahkan diri.

Unsur-unsur dan komponen-komponen kimia yang lebih berat bergerak ke bagian tengah dan material batuan membentuk kerak.

Planet-planet baru terbentuk serta bulan melepaskan gas yang merupakan pembentukan awal dari atmosfir.

  • Hipotesa Planetisimal

Teori planetisimal mengemukan adanya suatu bintang yang besar menyusup dan mendekati matahari.

Akibt dari gejala itu, maka sebagian dari bahan yang membentuk matahari akan terkoyak dan direnggut dari peredarannya.

Baca juga: Mengetahui Posisi Benua di Muka Bumi

Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton.

Mereka berpendapat bahwa bumi terbentuk dari bahan-bahan yang direnggut yang kemudian memisahkan diri dari matahari.

  • Hipotesa Pasang Surut Bintang

Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada 1917.

Ia berpendapat jika planet terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari.

Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama.

Kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys pada 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.

Baca juga: Mengapa Planet yang Terlihat dari Bumi Tampak Seperti Bintang?

  • Hipotesa Kondensasi

Teori kondensasi menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

Teori kondensasi dikemukakan oleh astronom Belanda bernama G.P Kuiper pada 1950.

  • Hipotesa Bintang Kembar

Hipotesa bintang kembar awalnya dikemukan oleh Fred Hoyle pada 1956.

Teori tersebut menyebutkan bahwa bumi berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.

Serpihan-serpihan tersebut terperangkat oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Manfaat Search Engine

Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Manfaat Search Engine

Skola
Contoh Soal Cara Menghitung Barisan Aritmatika

Contoh Soal Cara Menghitung Barisan Aritmatika

Skola
Unsur-Unsur Daya Tarik Iklan

Unsur-Unsur Daya Tarik Iklan

Skola
Pengertian dan Jenis-Jenis Hukum Sipil

Pengertian dan Jenis-Jenis Hukum Sipil

Skola
Formasi Bahasa Teks Berita

Formasi Bahasa Teks Berita

Skola
Apa Maksud Gambar Dekoratif?

Apa Maksud Gambar Dekoratif?

Skola
Contoh Karya Sastra Hikayat

Contoh Karya Sastra Hikayat

Skola
Keuntungan Adanya Perdagangan Antarnegara

Keuntungan Adanya Perdagangan Antarnegara

Skola
Apa yang Dilakukan dalam Membuat Produk dan Iklan Menarik untuk Diekspor?

Apa yang Dilakukan dalam Membuat Produk dan Iklan Menarik untuk Diekspor?

Skola
Pengertian Motif Dekoratif dan Jenisnya

Pengertian Motif Dekoratif dan Jenisnya

Skola
Pengertian Verba Material, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Pengertian Verba Material, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Skola
Perbedaan Cerita Anekdot dan Humor

Perbedaan Cerita Anekdot dan Humor

Skola
Pengertian Sifat Termometrik dan Contoh

Pengertian Sifat Termometrik dan Contoh

Skola
Sikap dan Tindakan untuk Menciptakan Kedamaian Dunia

Sikap dan Tindakan untuk Menciptakan Kedamaian Dunia

Skola
Dampak jika Tidak Ada Perang di Dunia

Dampak jika Tidak Ada Perang di Dunia

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.