Kompas.com - 19/03/2020, 09:00 WIB
Revolusi bumi terhadap matahari ShutterstockRevolusi bumi terhadap matahari

KOMPAS.com - Revolusi bumi adalah perputaran bumi terhadap matahari.

Setiap saat, bumi berevolusi atau berputar mengelilingi matahari. Satu putaran memakan waktu 365 hari 9 menit 10 detik.

Perputarannya dari barat ke timur dengan kecepatan 30 kilometer per detik. Lintasan satu putaran sepanjang 943.000.000 kilometer.

Dikutip dari Bumi yang Dinamis (2019), saat berevolusi, sumbu bumi miring 23,5 derajat terhadap garis tegak lurus pada ekliptika.

Revolusi bumi memberi dampak yang penting bagi kehidupan di bumi. Fenomena alam yang terjadi akibat revolusi bumi yakni:

Baca juga: Peredaran Planet pada Matahari

  • Perbedaan lama siang dan malam

Bumi di belahan utara dan selatan punya waktu siang dan malam yang berbeda. Ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi dan revolusi.

Saat berevolusi, bumi bisa terletak di apotema atau hipotema.

Apotema adalah titik terjauh bumi dengan matahari. Sedangkan hipotema adalah titik terdekat bumi dengan matahari.

Antara 21 Maret hingga 23 September:

  1. Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
  2. Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak dari pada belahan bumi selatan.
  3. Waktu siang di belahan bumi utara lebih lama dari pada di belahan bumi selatan.
  4. Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam.
  5. Ada daerah di sekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
  6. Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
  7. Kutub utara paling dekat dengan matahari pada 21 Juni. Pada saat itu, masyarakat yang di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5 derajat ke utara.

Baca juga: Bukti Bumi Benar-benar Bulat

Revolusi bumi terhadap matahariEncyclopaedia Britannica Revolusi bumi terhadap matahari
Antara 23 September hingga 21 Maret:

  1. Kutub selatan mendekati matahari, sedangkan kutub utara menjauhi matahari.
  2. Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak dari pada belahan bumi utara.
  3. Waktu siang di belahan bumi selatan lebih lama dari pada belahan bumi utara.
  4. Ada daerah di belahan bumi utara mengalami malam 24 jam.
  5. Ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
  6. Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
  7. Kutub selatan paling dekat dengan matahari pada 22 Desember. Pada saat itu, masyarakat yang di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5 derajat ke selatan.

Pada 21 Maret dan 23 Desember:

  1. Kutub utara dan kutub selatan memiliki jarak yang sama ke matahari.
  2. Belahan bumi utara dan selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
  3. Waktu siang dan malam lamanya sama di seluruh belahan bumi.
  4. Di khatulistiwa matahari tampak tepat di atas kepala.
  • Gerak semu tahunan matahari

Gerak semu tahunan matahari adalah gerak berubahnya posisi matahari sepanjang tahun.

Selain berevolusi, bumi juga berotasi. Sumbu rotasi tidak sejajar dengan sumbu revolusi.

Sumbu bumi yang miring 23,5 derajat membuat matahari tidak selalu terlihat di atas khatulistiwa. Matahari akan terlihat berada di utara atau selatan bumi.

Selama setengah tahun, matahari lebih banyak menerangi bumi bagian utara. Setengahnya lagi, matahari lebih banyak menerangi bumi bagian selatan.

  • Perubahan musim

Gerak semu matahari mengakibatkan perbedaan intensitas penyinaran matahari di berbagai wilayah bumi. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan musim.

Bumi bagian utara dan selatan mengalami empat musim yakni musim semua, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Ilustrasi musim gugur.Thinkstockphotos Ilustrasi musim gugur.
Sementara bumi yang berada di garis khatulistiwa seperti Indonesia hanya mengalami dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau.

 Baca juga: Jenis Salju dan Manfaatnya

Belahan bumi Maret-Juni Juni-September September-Desember Desember-Maret
Utara Semi Panas Gugur Dingin
Selatan Gugur Dingin Semi Panas

 

  • Perubahan kenampakan rasi bintang

Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang ketika dilihat dari bumi.

Dari bumi, kita melihat bintang-bintang itu membentuk pola tertentu. Seperti cancer (kepiting), pisces (ikan), scorpio (kalajengking) yang kita tahu selama ini.

Namun antara bintang yang satu dengan yang lain sebenarnya berjarak sangat jauh. Karena revolusi bumi, posisi kita bergeser dan penampakan bintang itu juga bergeser.

  • Gerhana bulan

Ukuran bumi jauh lebih kecil dari matahari. Ketuka matahari, bumi, dan bulan sejajar posisinya, bayangan inti bumi akan berbentuk kerucut.

Wilayah yang berada di bayangan bumi menjadi sangat gelap. Wilayah ini disebut dengan umbra.

Sementara wilayah bayangan yang agak terang atau bayangan tambahan disebut dengan penumbra.

Baca juga: Gerhana Bulan: Pengertian, Proses, dan Penampakannya di Indonesia

Ketika bulan berada di penumbra, bulan terlihat samar. Fenomena ini disebut gerhana bulan sebagian. Posisi ini biasanya bertahan selama enam jam.

Sedangkan ketika bulan di wilayah umbra, bulan sama sekali tidak terlihat. Fenomena ini disebut sebagai gerhana bulan total.

Prosesnya berlangsung selama 40 menut. Gerhana bulan sebagian terjadi sebelum dan sesudah gerhana bulan total.

  • Gerhana matahari

Gerhana matahari terjadi ketika bulan terletak di antara bumi dan matahari. Bulan menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Meskipun bulan lebih kecil dari matahari, namun bulan dapat menutupi matahari karena bulan lebih dekat ke bumi dibanding matahari.

 Baca juga: Catat! 13 Gerhana Matahari Akan Lewati Indonesia Sepanjang 2020-2100

Gerhana matahari terbagi menjadi:

  1. Gerhana matahari total: Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak. Matahari akan tertutup seluruhnya.
  2. Gerhana matahari sebagian: Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak. Piringan matahari hanya tertutup sebagian.
  3. Gerhana matahari cincin: Terjadi ketika piringan bulan terletak tepat di depan piringan matahari. Di sekeliling piringan bulan akan terlihat cincin bercahaya.
  4. Gerhana matahari hibrida: Terjadi di bagian bumi tertentu. Gerhana ini muncul sebagai gerhana total namun di titik lain muncul sebagai gerhana cincin.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X