Pengakuan Kedaulatan

Kompas.com - 16/03/2020, 19:30 WIB
Pengakuan kedaulatan Indonesia. KemdikbudPengakuan kedaulatan Indonesia.

KOMPAS.com - Proklamasi Kemerdekaan menandai bangsa Indonesia sebagai bangsa merdeka dan lepas dari penjajahan. Akan tetapi, Belanda tidak mau melepaskan Indonesia sebagai negara merdeka.

Berbagai upaya dilakukan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Untuk memecahkan masalah hubungan Indonesia dan Belanda, bangsa Indonesia menggunakan dua cara yaitu diplomasi dan konfrontasi.

Dengan kesabaran dan kegigihan bangsa Indonesia akhirnya memeroleh hasil yaitu pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda.

Pengakuan kedaulatan

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan adalah tercapainya kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar.

Baca juga: Kembali ke Negara Kesatuan

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda ditandai penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia yang dilakukan di Belanda dan Indonesia.

Penyerahan kedaulatan Indonesia dan Belanda ditandai oleh penandatanganan Akta Penyerahan dan Pengakuan Kedaulatan dalam sebuah upacara di Ruang Tahta Istana Kerajaan di Amsterdam pada 27 Desember 1949.

Tokoh yang terlibat pada penyerahan kedaulatan di Belanda:

  • Delegasi Indonesia: Moh Hatta
  • Delegasi Belanda: Ratu Juliana, Perdana Menteri Willem Drees dan Menteri Seberang Lautan Sasseu

Sedangkan penyerahan kedaulatan di Indonesia ditandai dengan penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan di Istana Koningsplein.

Tokoh yang terlibat pada penyerahan kedaulatan di Indonesia:

  • Delegasi Indonesia: Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  • Delegasi Belanda: Wakil Tinggi Mahkota Belanda AHS Lovink

Dalam proses itu, dilakukan upacara penurunan bendera merah putih biru diiringi lagu kebangsaan Belanda berjudul Wilhelmus. Dilanjutkan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih di atas istanda diiringi lagu Indonesia Raya.

Baca juga: Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan, Hasil, dan Dampaknya

Halaman:

Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkembangan Embrionik pada Hewan

Perkembangan Embrionik pada Hewan

Skola
Jaringan Adiposa

Jaringan Adiposa

Skola
Apa Itu Etiolasi pada Tumbuhan?

Apa Itu Etiolasi pada Tumbuhan?

Skola
Upaya Pelestarian Lingkungan Perairan

Upaya Pelestarian Lingkungan Perairan

Skola
Tinggi Rendah Nada dan Tanda Tempo

Tinggi Rendah Nada dan Tanda Tempo

Skola
Cara Mencegah Kepunahan Bahasa Daerah

Cara Mencegah Kepunahan Bahasa Daerah

Skola
Cara Menghitung Pola Irama Lagu

Cara Menghitung Pola Irama Lagu

Skola
Rumah Malige, Rumah Adat Masyarakat Buton

Rumah Malige, Rumah Adat Masyarakat Buton

Skola
Apa itu Plutokrasi?

Apa itu Plutokrasi?

Skola
Aset, Liabilitas dan Ekuitas dalam Ekonomi

Aset, Liabilitas dan Ekuitas dalam Ekonomi

Skola
Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan Pasar

Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan Pasar

Skola
4 Syarat Menyanyi Secara Vokal Grup

4 Syarat Menyanyi Secara Vokal Grup

Skola
Sikap Terhadap Keberagaman Suku Bangsa di Indonesia

Sikap Terhadap Keberagaman Suku Bangsa di Indonesia

Skola
Teknik Dasar Menyulam

Teknik Dasar Menyulam

Skola
Pengertian Garis Melodi dan Unsur Musik

Pengertian Garis Melodi dan Unsur Musik

Skola
komentar
Close Ads X