Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Kompas.com - 20/12/2019, 12:00 WIB
Foto dirilis Kamis (21/11/2019), memperlihatkan perajin mengumpulkan hasil kreativitas berupa tas berbahan sampah plastik di Denpasar. Beragam upaya penyelamatan lingkungan Bali dari ancaman sampah plastik terus digulirkan, seperti pengurangan penggunaan kantong plastik, gerakan penggunaan tumbler, hingga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis. ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWOFoto dirilis Kamis (21/11/2019), memperlihatkan perajin mengumpulkan hasil kreativitas berupa tas berbahan sampah plastik di Denpasar. Beragam upaya penyelamatan lingkungan Bali dari ancaman sampah plastik terus digulirkan, seperti pengurangan penggunaan kantong plastik, gerakan penggunaan tumbler, hingga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.

KOMPAS.com - Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara dinilai penting.

UMKM memiliki kontribusi besar dan krusial bagi perekonomian Indonesia.

Kriteria UMKM

Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), usaha kecil didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri.

Usaha ini dilakukan perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar serta memenuhi kriteria lain.

Baca juga: Di Omnibus Law, Izin Usaha UMKM dan Pendirian PT Dipermudah

Dalam UU tersebut juga dijelaskan perbedaan kriteria UMKM dengan Usaha Besar.

1. Usaha Mikro: aset maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet maksimal Rp 300 juta per tahun.

2. Usaha Kecil: aset lebih dari Rp 50 juta - Rp 500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet maksimal lebih dari Rp 300 juta - Rp 2,5 miliar per tahun.

3. Usaha Menengah: aset lebih dari Rp 500 juta - Rp 10 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet lebih dari Rp 2,5 miliar - Rp 50 miliar per tahun.

4. Usaha Besar: aset lebih dari Rp 10 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet lebih dari Rp 50 miliar per tahun.

Baca juga: Wapres Sebut Pengembangan UMKM Masuk dalam Draf Omnibus Law

Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Dilansir dari situs Bappenas, di Indonesia UMKM memiliki kontribusi atau peranan cukup besar, yaitu:

  1. Perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja.
  2. Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).
  3. Penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Dikutip dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (2001) karya Tulus Tambunan, UMKM mempunyai peran penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

  1. Peran UMKM tidak hanya dirasakan di negara-negara sedang berkembang melainkan juga di negara-negara maju.
  2. Di negara maju maupun berkembang, UMKM sangat penting, sebab menyerap paling banyak tenaga kerja dibandingkan usaha besar.
  3. Kontribusi UMKM terhadap pembentukan atau pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar dibandingkan kontribusi dari usaha besar.

Baca juga: Peningkatan Daya Saing UMKM Bisa Selamatkan RI dari Perlambatan Ekonomi?

Secara umum, terdapat tiga peran UMKM atau kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi:

1. Sarana memeratakan tingkat perekonomian rakyat kecil

UMKM berperan dalam pemerataan tingkat perekonomian rakyat sebab berada di berbagai tempat.

UMKM bahkan menjangkau daerah yang pelosok sehingga masyarakat tidak perlu ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak.

2. Sarana mengentaskan kemiskinan

UMKM berperan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan sebab angka penyerapan tenaga kerja terhitung tinggi.

3. Sarana pemasukan devisa bagi negara

UMKM menyumbang devisa bagi negara sebab pasarnya tidak hanya menjangkau nasional melainkan hingga ke luar negeri.

Baca juga: Konsep Korporatisasi Bakal Ubah UMKM Perorangan Jadi Sharing Bisnis

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia saat ini?

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik pada 2016 menunjukkan besarnya kontribusi UMKM.

Berikut ini sumbangan UMKM terhadap perekonomian Indonesia:

  • UMKM menyerap hingga 89,2 persen dari total tenaga kerja.
  • UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total lapangan kerja.
  • UMKM menyumbang 60,34 persen dari total PDB nasional.
  • UMKM menyumbang 14,17 persen dari total ekspor.
  • UMKM menyumbang 58,18 persen dari total investasi.

Baca juga: Agus Gumiwang dan Teten Masduki Fokus Kembangkan 4 Sektor UMKM

Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 tersebut, terdapat 3 bidang usaha Usaha Mikro Kecil (UMK) non pertanian yang usahanya menempati urutan teratas dalam perekonomian nasional yaitu:

1. Perdagangan besar dan eceran.

Usaha di bidang perdagangan besar dan eceran adalah penjualan barang tanpa proses mengubah bentuk produk yang diperdagangkan, kecuali penyortiran atau pengemasan ulang.

Biasanya pedagang membeli dalam skala besar untuk dijual lagi secara eceran.

2. Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum.

Usaha akomodasi dan penyediaan makan minum meliputi restoran, rumah makan, kafe, katering dan yang serupa.

Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Cari Modal UMKM dengan Cara Ini

3. Industri pengolahan.

Industri pengolahan yang dimaksud meliputi berbagai kegiatan produksi yang mengubah bentuk bahan baku atau mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang siap digunakan atau dikonsumsi.

Contohnya industri garmen yang mengubah kapas menjadi kain, industri konveksi yang mengubah kain menjadi pakaian, dan lainnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X