Kompas.com - 19/05/2022, 11:31 WIB

KOMPAS.com - Para peneliti di dunia terus melakukan studi mendalam, terkait ditemukannya hepatitis akut misterius pada anak yang menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, studi baru mengungkapkan bahwa Covid-19 diduga memicu hepatitis akut misterius

Studi yang dipublikasikan di medRxiv pada 10 Mei 2022, menunjukkan virus corona atau SARS-CoV-2 diduga menjadi penyebab dari hepatitis akut misterius pada anak.

Dalam studi yang belum ditinjau rekan sejawat itu dijelaskan, anak yang terinfeksi Covid-19 cenderung berisiko tinggi mengalami disfungsi organ hati setelah sembuh.

Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/5/2022) para peneliti menyampaikan ada kemungkinan anak-anak yang terkena penyakit itu belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Studi lainnya juga menemukan hal serupa, mengenai adanya kemungkinan keterkaitan antara super antigen virus corona dengan hepatitis akut.

Menurut studi yang dipublikasikan di The Lancet Gastroenterology & Hepatology pada 14 Mei 2022 ini, pasien hepatitis akut berat dicurigai telah terinfeksi virus corona.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Memicu Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Adapun infeksi tersebut mungkin bergejala ringan, atau tanpa gejala yang tidak disadari. Para peneliti menuturkan bahwa kasus hepatitis akut, mungkin berkaitan dengan infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona, dan dipicu adenovirus di saluran pencernaan.

Setelah infeksi virus corona penyebab Covid-19 berlangsung, reservoir (tempat patogen hidup) dapat menyebabkan aktivasi sel imun melalui super antigen yang merupakan struktur molekul virus corona.

Respons imun tersebut diyakini telah mengakibatkan sindrom inflamasi multisistem pada anak, atau multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C).

MIS-C adalah kondisi yang menyebabkan peradangan di berbagai organ termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, perut, dan hati usai anak sembuh dari Covid-19. Bahkan, dalam kasus yang parah MIS-C dapat menyebabkan kematian pada anak-anak.

Apabila dugaan mereka benar, bahwa Covid-19 memicu hepatitis akut misterius, maka anak yang terinfeksi adenovirus 41F kemungkinan mengalami kelainan pada sistem kekebalan. Pada akhirnya, kondisi tersebut merusak organ hati dan menyebabkan hepatitis akut berat.

"Kami menyarankan agar anak-anak dengan hepatitis akut diperiksa untuk melihat adanya SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19) dalam tinja," tulis para peneliti.

Baca juga: Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Jadi 14 Kasus, Ini Laporan Kemenkes

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.