Kompas.com - 24/04/2022, 16:08 WIB

KOMPAS.com - Asma merupakan penyakit paru-paru yang menyebabkan seseorang sulit bernapas. Penyakit kronis ini bersifat episodik, artinya dapat datang dan pergi.

Melansir lung.org, tidak ada obat untuk asma, tapi penyakit ini dapat dikelola dan diobat sehingga penderita dapat hidup normal. Sebagian besar penderita asma mengalami tegang di dada, batuk atau mengi.

Kombinasi genetika dan eksposur terhadap unsur-unsur tertentu di lingkungan menempatkan orang pada risiko terbesar terkena penyakit asma untuk pertama kalinya.

Baca juga: Penyebab Penyakit Asma dan Cara Pencegahan Asma pada Anak

Asma membutuhkan diagnosis dari ahli kesehatan dan pemantauan sepanjang hidup. Perawatan yang diberikan akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan seseorang terhadap penyakit ini.

Untuk mendiagnosisnya, dokter akan mengevaluasi gejala dan meminta riwayat kesehatan lengkap seseorang. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik dan melihat hasil tes tersebut.

Perawatan kesehatan secara rutin dapat membantu mengendalikan penyakit asma. Setiap penderita asma biasanya telah mengetahui gejala saat serangan asma datang.

Ciri-cirinya, saat tenggorokan mulai gatal, nyeri dada dan batuk. Ketika merasakannya, penderita asma dapat langsung menyemprotkan obat pelega napas yang dibawanya, sebelum mengi atau napas berbunyi ngik-ngik timbul.

Disarankan agar penderita asma membawa obat pelega napas kapan pun dan kemana pun bepergian.

Pemicu asma

Dilansir dari Health.com, pemicu serangan asma berbeda-beda pada setiap orang. Terdapat berbagai hal lain yang bisa memicu serangan asma sebagai berikut:

1. Asap rokok

Asap rokok bisa mengiritasi saluran pernapasan. Akibatnya, orang yang memiliki asma rentan mengalami serangan.

Orang yang memiliki asma sebaiknya tidak merokok dan menghindari asap rokok.

2. Bulu hewan

Bulu hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat memicu serangan asma pada beberapa orang.
Meskipun begitu, hal ini tak berarti jika penderita asma tidak bisa memeliharnya.

Seseorang dengan asma tetap dapat memelihara hewan-hewan tersebut, dengan catatan rajin mencuci tangan setelah membelai hewan peliharaan.

Baca juga: Penderita Asma Disarankan untuk Rutin Berenang, Ini Alasannya

 

3. Tungau debu

Tungau debu yang menempel di sofa atau karpet rumah dapat memicu reaksi alergi dan serangan asma.

Sebaiknya, rutinkan membersihkan perabotan rumah menggunakan alat vakum yang dapat membasmi tungau atau pembersih lainnya.

4. Jamur

Pertumbuhan jamur di tempat-tempat lembap dalam rumah dapat menyebabkan serangan asma bagi beberapa orang. Sehingga, menjaga kelembapan rumah untuk menghindari pertumbuhan jamur menjadi hal penting.

5. Udara dingin

Beberapa orang yang memiliki asma rentan mengalami serangan saat udara dingin. Udara dingin dapat membuat saluran udara pernapasan sempit, terlebih bagi orang yang mempunyai penyakit asma.

Baca juga: Begini Kondisi Paru pada Penderita Asma

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Health.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.