Kompas.com - 26/09/2021, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Asma pada anak bukanlah penyakit yang berbeda dengan asma yang terjadi pada orang dewasa. Penyebab penyakit asma dan cara pencegahan asma pada anak bisa dilakukan, namun asma pada anak memiliki tantangan tersendiri.

Jika tidak memahami bagaimana asma pada anak, ini bisa memicu terjadinya kunjungan ke unit gawat darurat, di rawat di rumah sakit, dan tidak masuk sekolah. Oleh karena itu penting untuk memahami penyebab penyakit asma dan cara pencegahan asma pada anak.

Gejala asma pada anak

  • Sering batuk ketika tidur atau saat terpapar udara dingin. Batuknya bisa semakin buruk jika anak terserang virus
  • Mengi atau suara seperti bersiul ketika bernapas
  • Napas pendek
  • Dada terasa kencang
  • Tidur sering terbangun karena batuk sehingga anak mudah lelah di siang hari.

Penyebab asma pada anak

  • Memiliki orangtua yang memiliki asma
  • Memiliki orangtua yang memiliki riwayat alergi
  • Infeksi saluran pernapasan pada usia yang sangat muda
  • Terpapar faktor lingkungan seperti asap rokok dan polusi udara.

Baca juga: Penderita Asma Disarankan untuk Rutin Berenang, Ini Alasannya

Pencegahan asma pada anak

1. Hindari pemicu asma

Batasi paparan terhadap hal-hal yang berpotensi menjadi pemicu asma pada anak. Contohnya infeksi virus, debu, tungau, serbuk sari, aktivitas fisik berlebihan, dan udara yang terlalu dingin.

2. Hindari merokok di depan anak

Paparan asap rokok pada anak ketika masih bayi merupakan pemicu utama serangan asma pada anak. Oleh karena itu, hindari merokok di depan anak.

3. Ajak anak untuk aktif bergerak

Rutin melakukan olahraga ringan akan membantu untuk mengoptimalkan fungsi paru-paru anak sehingga mampu mencegah asma pada anak.

4. Kontrol ke dokter anak secara berkala

Asma bisa berubah gejala dan kondisinya seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter, terutama untuk mengetahui tindakan-tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada anak jika asmanya kambuh.

5. Jaga berat badan anak

Anak yang kelebihan berat badan biasanya lebih mudah terkena asma dibandingkan yang memiliki berat badan normal.

6. Hindari anak terkena asam lambung naik

Asam lambung naik juga bisa menyebabkan gejala asma pada anak semakin memburuk. Jika anak memiliki masalah dengan asam lambungnya, anak mungkin membutuhkan obat untuk mengontrol asam lambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.