Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Kompas.com - 30/11/2021, 08:00 WIB
Tanaman penambang nikel yang dapat bermanfaat bagi lingkungan, terutama di kawasan pertambangan. Peneliti menemukan tanaman langka ini di kawasan tambang nikel terbesar, Sorowako, Sulawesi Selatan. ISTIMEWA/Doc/Aiyen TjoaTanaman penambang nikel yang dapat bermanfaat bagi lingkungan, terutama di kawasan pertambangan. Peneliti menemukan tanaman langka ini di kawasan tambang nikel terbesar, Sorowako, Sulawesi Selatan.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan larangan ekspor bijih nikel Indonesia ke luar negeri. Akibat ekspor nikel dilarang, Pemerintah Indonesia pun mendapat gugatan dari Uni Eropa.

Kendati demikian, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (24/11/2021), Presiden Jokowi tetap melanjutkan pelarangan ekspor bahan mental, bahkan tak hanya nikel, tetapi juga bauksit, meski digugat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Meskipun kita memang digugat di WTO, enggak masalah. Tapi di sini (kami melarang nikel karena) kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya di negara kita Indonesia. Golnya ada di situ," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (24/11/2021). 

Dari penyetopan atau larangan ekspor bijih nikel, potensi penyerapan nilai tambah Indonesia tahun ini mencapai 20 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan 3-4 tahun yang lalu, yang hanya mencapai 1,1 miliar dollar AS. 

"Tidak boleh lagi (ekspor) yang namanya bahan mentah, raw material. Ini setop, sudah setop," tegas Jokowi.

Baca juga: Nikel Indonesia Mengguncang Dunia, Asal-usul Nikel dan Logam Apa Itu?

Setelah pelarangan ekspor bahan mentah, nikel Indonesia mengguncang dunia. Sebab, logam berat ini memiliki peran dan manfaat penting bagi berbagai industri di dunia.

Namun, pelarangan yang diberlakukan Presiden Joko Widodo ini diambil dengan dasar penambangan nikel yang terus-menerus akan berpotensi mengancam lingkungan.

Nikel di Indonesia

Nikel adalah logam keras berwarna putih keperakan dengan sedikit corak semburat keemasan. Ini adalah logam yang kuat, padat, dan memiliki ketahanan terhadap panas dan korosi. 

Dengan demikian, fungsi nikel sangat berguna untuk pengembangan berbagai macam produk, seperti untuk bahan baku pembuatan kabel listrik, koin, dan peralatan militer.

Berdasarkan keterangan Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Indonesia memiliki potensi nikel dan kobalt yang tersebar di beberapa pulau, yaitu Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, dan Papua.

Endapan nikel dan kobalt di Indonesia merupakan endapan tipe laterit yang terkandung dalam bijih limonit, terutama bijih saprolit dengan kadar yang lebih tinggi.

Rata-rata laterit tersebut memiliki kandungan nikel berkisar antara 0,6 persen - 2,23 persen dan kobalt 0,07 persen - 0,18 persen.

Sebelum diberlakukannya pelarangan ekspor bahan tambang mentah pada tahun 2014, Indonesia termasuk 3 besar negara pengekspor nikel dan mineral ikutannya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 05/2017, saat ini hanya dengan kandungan nikel kurang dari 1,7 persen yang boleh diekspor, selebihnya harus dimurnikan dan diolah oleh industri domestik.

Ilustrasi nikel. Nikel Indonesia adalah salah satu produk ekspor yang penting bagi dunia. Nikel adalah elemen penting yang biasa digunakan untuk campuran bahan logam untuk keperluan industri.SHUTTERSTOCK/lp-studio Ilustrasi nikel. Nikel Indonesia adalah salah satu produk ekspor yang penting bagi dunia. Nikel adalah elemen penting yang biasa digunakan untuk campuran bahan logam untuk keperluan industri.

Alternatif sumber nikel dari tanaman

Beberapa waktu lalu, peneliti sekaligus ahli biologi tanah dan dosen di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah, Aiyen Tjoa, berhasil menemukan tumbuhan langka di salah satu kawasan pertambangan nikel terbesar di dunia, yaitu daerah Sorowako, Sulawesi Selatan.

Aiyen sengaja mencari tanaman yang bisa beradaptasi dengan baik di area lingkungan yang kaya nikel tersebut. Adapun tanaman yang dicari dan ditemukan oleh Aiyen itu dikenal dengan hiper-akumulator nikel (nickel hyper-accumulators). 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.