Kompas.com - 12/11/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi penelitian bahan alami. Ilmuwan menemukan senyawa anti diabetes yang berpotensi sebagai obat diabetes. Senyawa alami ini berasal dari ekstraksi bunga. SHUTTERSTOCK/ARTFULLY PHOTOGRAPHERIlustrasi penelitian bahan alami. Ilmuwan menemukan senyawa anti diabetes yang berpotensi sebagai obat diabetes. Senyawa alami ini berasal dari ekstraksi bunga.


KOMPAS.com - Sebuah studi berhasil menemukan senyawa yang dapat menjadi obat anti diabetes. Pengobatan ini akhirnya disetujui dan siap diujikan pada manusia.

Health Canada telah menyetujui senyawa anti diabetes baru yang berasal dari bunga untuk dapat diuji coba tahap 1 pada manusia.

Dilansir dari Medical Xpress, Jumat (12/11/2021), peneliti GlycoNet Stephen Withers telah mengantisipasi bahwa senyawa tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan pengobatan bagi penderita diabetes.

Bahkan, disebut senyawa ini memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada pilihan lain yang saat ini tersedia bagi mereka penderita diabetes tipe 2.

"Pendekatan kami adalah untuk memperlambat degradasi komponen pati makanan Anda, tetapi tidak mempengaruhi gula sederhana," kata Withers, peneliti utama dan profesor di University of British Columbia (UBC).

Baca juga: Obat Herbal Diabetes yang Paling Ampuh

 

Senyawa alami anti diabetes yang ditemukan ini disebut Montbretin A (MbA), yang cara kerjanya menghambat enzim alfa-amilase.

Saat senyawa MbA menghambat enzim alfa-amilase, pati tidak langsung rusak dan malah turun ke usus bagian bawah.

Biasanya, enzim alfa-amilase memecah pati dari makanan seperti nasi dan roti menjadi gula kompleks yang disebut oligosakarida.

Oligosakarida kemudian didegradasi lebih lanjut oleh enzim alfa-glukosidase di dinding usus, melepaskan glukosa ke dalam aliran darah, yang menyebabkan kadar gula darah melonjak pada penderita diabetes tipe 2.

Obat-obat diabetes yang ada saat ini menargetkan sistem enzim yang sama dan biasanya menghambat enzim alfa-glukosidase, menghentikan pemecahan oligosakarida atau gula kompleks, dan mencegah pelepasan glukosa.

Baca juga: Benarkah Penderita Diabetes Rentan Terinfeksi Covid-19?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.