Kompas.com - 10/11/2021, 07:30 WIB
Ilustrasi Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan freepikIlustrasi Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan

KOMPAS.com - Setiap 10 November, dunia memperingati Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan. Hari ini mengangkat pentingnya sains untuk kehidupan sehari-hari.

Tema Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan 2021

Tahun 2021, Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan mengangkat tema “Membangun Komunitas yang Siap Iklim”. Tema ini diangkat dengan tujuan memperkenalkan tantangan yang kita hadapi dalam perubahan iklim, dan bagaimana untuk menjadi komunitas yang siap untuk menghadapinya.

Tidak hanya untuk masyarakat, para ahli juga akan mengadakan pertemuan dalam UNESCO Science Report. Para ahli akan membahas solusi-solusi untuk perubahan iklim.

Tujuan Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan

Hari ini bertujuan untuk mengaitkan sains dengan masyarakat. Ketika masyarakat lebih sadar akan sains di sekitarnya, ini akan memberikan banyak manfaat, contohnya untuk memahami urgensi penanganan pemanasan global.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berikut adalah tujuan peringatan Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan.

  • Menguatkan kesadaran masyarakat tentang peran sains untuk kedamaian dan keberlangsungan masyarakat.
  • Mempromosikan solidaritas nasional dan internasional untuk berbagi perkembangan sains antarnegara.
  • Memperbarui komitmen nasional dan internasional untuk menggunakan sains demi manfaat untuk masyarakat.
  • Mendapatkan perhatian terhadap tantangan yang dihadapi oleh perkembangan sains.

Baca juga: PBB Minta Dunia Tingkatkan Upaya Adaptasi Perubahan Iklim

Sejarah Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan

Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 2001. Sejak pertama kali diperingati, hari ini telah membuat banyak proyek, program, dan pendanaan untuk kepentingan sains di seluruh dunia.

Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan membantu para ilmuwan yang tinggal di daerah agar tetap berkembang. Hal ini diperlukan untuk membuat masyarakat sadar akan keberlangsungan hidup harus didasari sains.

Untuk menciptakan kehidupan yang damai dan keberlangsungan yang selaras, maka penting untuk melibatkan masyarakat. Inilah kenapa hari ini dianggap perlu diperingati.

Hari Sains Dunia untuk Kedamaian dan Pembangunan pertama kali dirayakan secara internasional pada tahun 2002. Peringatannya tidak hanya melibatkan pemerintah, namun juga organisasi nonpemerintah, para ilmuwan, dan profesional lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.