Kompas.com - 04/10/2021, 17:45 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Beberapa jenis ular memiliki bisa atau racun yang berbahaya bagi manusia hingga dapat menyebabkan kematian.

Di kawasan pemukiman yang padat penduduk, tak jarang ditemukan jenis ular tertentu. Ini disebabkan oleh habitat ular yang semakin berkurang sehingga mereka memasuki wilayah pemukiman manusia.

Dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DI Yogyakarta, berikut adalah jenis ular yang sering masuk ke pemukiman dan perlu diwaspadai:

1. Ular hijau buntut merah

Ular hijau buntut merah (Trimeresurus albolabris) atau viper hijau merupakan ular berbisa yang berbahaya.

Masyarakat kerap menyebut viper hijau sebagai ular bangkai laut, oray bungka, ula bangka laut, ula gadung luwuk, ulah sanggit, sawa tarihu, dan lain-lain.

Baca juga: Inilah King Cobra, Salah Satu Ular Paling Berbisa di Dunia

Ular viper hijau memiliki tubuh gemuk, pendek, dan tidak begitu lincah. Kepalanya tampak besar, seperti ada seekor kodok yang tertancap di atas lehernya yang mengecil.

Ular ini mempunyai lesung pipit yang besar dan menyolok di belakang lubang hidung di depan mata.

Sepasang taringnya bear dan panjang yang bisa dilipat, terdapat di bagian depan rahang atas, dan tertutup oleh selaput lendir mulut.

Ular nokturnal ini memiliki bisa yang bersifat hemotoksin yang dapat merusak sistem peredarah darah. Gigitan ular viper hijau dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat dan kerusakan jaringan kulit di sekitar luka.

Awalnya, jaringan akan membengkak dan sebagian bewarna merah gelap, petanda telah terjadi pendarahan di bawah kulit di sekitarr luka.

Baca juga: 6 Ular yang Paling Berbahaya di Dunia

Kemudian, muncullah rasa kaku dan nyeri yang meluas perlahan-lahan ke seluruh tubuh. Rasa nyeri terutama dirasakan di bagian persendian antara bagian yang terluka dengan yang jantung.

Jika gigitan ular viper hijau tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, akibatnya bisa fatal.

2. Ular pucuk

Ular pucuk (Ahaetulla prasina) adalah sejenis ular pohon bertubuh kecil dan ramping. Salah satu spesies ular pucuk yang sering dijumpai adalah ular gadung.

Panjang tubuh ular gadung dapat mencapai 2 meter. Kepalanya berbentuk runcing, seperti anak panah, dengan mata berukuran agak besar yang pupilnya horizontal.

Ular pucuk memiliki taring dan memiliki bisa yang rendah. Mereka biasanya memangsa cecak pohon, kadal pohon, dan katak pohon.

Ular ini bersifat diurnal atau aktif pada pagi dan siang hari. Meskipun termasuk satwa arboreal, ular pucuk juga sering ditemukan di tanah saat sedang berburu mangsanya.

Baca juga: 5 Fakta Ular Piton, Ular Bertubuh Besar yang Lambat

3. Ular tanah

Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah sejenis ular keluarga beludak yang berbisa dan sangat agresif.

Ular tanah dikenal dengan nama lokal antara lain bandotan bedor, oray lemah, ular gibug, ular edor, dan lain-lain.

Ukuran ular tanah tidak terlalu besar, cenderung gemuk, dan agak pendek. Panjang rata-ratanya 76 cm, namun ada pula yang mencapai 91 cm.

Ular tanah merupakan predator penyergap. Biasanya, ia tampak pasif, melingkar di atas tanah, menunggu mangsa lewat di dekatnya.

Biasanya, ular tanah menghuni hutan belukar, semak-semak, atau lahan pertanian yang lembap dan kurang terurus.

Baca juga: Kenalan dengan Ular Sanca Kembang, Ular Terpanjang di Dunia

Ular tanah perlu diwaspadai karena gigitannya sangat menyakitkan hingga menimbulkan pembengkakan dan kadang-kadang kematian jaringan.

Meski gigitan fatal ular tanah jarang terjadi, namun korbannya dapat mengalami kerusakan atau disfungsi anggota badan, bahkan hingga harus diamputasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.