Kompas.com - 28/09/2021, 10:36 WIB
Ular sanca kembang, ular terpanjang di dunia Commons WikimediaUlar sanca kembang, ular terpanjang di dunia

KOMPAS.comUlar sanca kembang adalah ular terpanjang di dunia. Ular sanca kembang dikenal juga dengan berbagai nama, seperti phyton, ular petola di Ambon, sawah netem di Simeuleu, dan reticulated phyton dalam bahasa Inggris.

Ular sanca kembang banyak ditemukan hutan hujan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Laporan lainnya menemukan ular ini pernah ditemukan juga di Bangladesh, Sudan, dan Australia.

Klasifikasi Taksonomi ular sanca kembang

Dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut urutan taksonomi ular sanca kembang.

  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Reptilia
  • Ordo: Squamata
  • Sub-ordo: Serpentes
  • Famili: Pythonidae
  • Genus: Malayopython
  • Spesies: Malayopython reticulatus

Baca juga: Ular Modern Berevolusi Usai Tubrukan Asteroid yang Musnahkan Dinosaurus

Ciri-ciri fisik ular sanca kembang

Kulit ular sanca kembang memiliki pola yang sangat indah, membentuk jala atau reticulate. Pola tersebut berwarna hitam dan cokelat. Sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna kuning dan putih.

Rata-rata ukuran ular sanca kembang memiliki panjang 4,78 meter dengan berat 170 kilogram. Namun, ular sanca kembang terbesar yang pernah ditemukan memiliki panjang hingga 9 meter dengan berat 270 kilogram.

Di Asia, musim kawin ular sanca kembang berlangsung dari bulan September hingga Maret. Sekali bertelur, jumlah telurnya berkisar 10 sampai 100 butir. Induknya akan mengerami telurnya selama 80 sampai 90 hari sebelum menetas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Habitat ular sanca kembang

Ular sanca kembang banyak ditemukan di hutan hujan daerah tropis dengan ketinggian 1.200 sampai 2.500 meter di atas permukaan laut. Phyton membutuhkan suhu yang tepat untuk bertahan hidup, yaitu pada suhu 24 sampai 34 derajat Celcius.

Ular sanca kembang biasanya ditemukan dekat dengan sumber air, seperti sungai. Ini merupakan cara mereka untuk berkamuflase sebelum mereka menyerang mangsanya.

Mangsa

Makanan utama ular sanca kembang adalah mamalia kecil, burung, dan reptil lain. Ular sanca dewasa juga bisa memakan anjing, monyet, babi hutan, rusa, dan juga manusia yang datang ke tempatnya menunggu mangsa.

Cara phyton melumpuhkan mangsanya adalah dengan melilitkan badannya yang panjang dan kuat di sekitar tubuh mangsanya hingga kehabisan napas. Selain itu, lilitan ular sanca kembang juga bisa mematahkan tulang untuk memudahkan ular tersebut menelan mangsanya secara utuh.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.