Kompas.com - 28/09/2021, 08:31 WIB
Ilustrasi puncak hujan meteor Sextantid. Fenomena hujan meteor hiasi langit Indonesia. SHUTTERSTOCK/Makarov KonstantinIlustrasi puncak hujan meteor Sextantid. Fenomena hujan meteor hiasi langit Indonesia.


KOMPAS.com - Jangan lewatkan, siang ini, Selasa (28/9/2021), wilayah Indonesia akan bisa menikmati fenomena puncak hujan meteor Sextantid.

Sextantid adalah hujan meteor yang titik radian atau asal kemunculan meteornya terletak di konstelasi Sextans, yakni di antara konstelasi Draco dan Leo.

Peneliti di Pusat Sains Antaraiksa LAPAN BRIN, Andi Pangerang mengatakan, hujan meteor Sextantid ini terbentuk dari sisa debu asteroid 2005 UD.

Hujan meteor ini sebenarnya sudah aktif sejak 9 September yang lalu, dan akan terus aktif hingga 9 Oktober 2021 mendatang.

Andi menjelaskan, sebenarnya intensitas meteor maksimumnya terjadi pada malam tadi, Senin (27/9/2021), pukul 19.00 WIB.

Akan tetapi, hujan meteor ini baru dapat disaksikan hari ini, Selasa (28/9/2021) sejak pukul 03.00 hingga 05.00 waktu setempat dari arah Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Puncak Hujan Meteor Kappa Cygnid Malam Ini, Bisakah Kita Melihatnya?

 

"(Puncak) hujan meteor ini juga dapat disaksikan ketika siang hari, dengan titik radiannya berkulminasi sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan terbenam sekitar pukul 15.30 waktu setempat," jelas Andi kepada Kompas.com, Kamis (25/8/2021).

Oleh karenanya, fenomena hujan meteor ini disebut juga Daytime Sextantid. 

Namun, mengingat ketinggian titik radian tertingginya di Indonesia berkisar 24-25 derajat, maka intensitas hujan meteor tersebut maksimumnya hanya 2 meteor/jam.

Dengan kelajuan hujan meteor mencapai 115.200 km per jam.

Sextantid dapat disaksikan menggunakan mata biasa selama cuaca cerah, langit bersih, bebas polusi cahaya dan penghalang yang menghalangi medan pandang.

Fenomena puncak hujan meteor Sextantid akan sedikit terganggu dikarenakan fase Bulan memasuki fase benjol akhir yang sudah terbit sebelum tengah malam dan berkulminasi sebelum terbit Matahari.

Baca juga: Jangan Lewatkan Hujan Meteor Perseid Malam Ini, Ada 100 Meteor Per Jam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.