Kompas.com - 16/09/2021, 20:02 WIB
Beberapa kawah di Arabia Terra, planet Mars yang dipenuhi dengan batuan berlapis, sering tersingkap dalam gundukan bulat. Gambar itu diambil kamera, Eksperimen Pencitraan Resolusi Tinggi, di Mars Reconnaissance Orbiter NASA. Ilmuwan NASA mengkonfirmasi adanya ribuan letusan gunung berapi purba di Mars. NASA/JPL-Caltech/University of Arizona via PHYSBeberapa kawah di Arabia Terra, planet Mars yang dipenuhi dengan batuan berlapis, sering tersingkap dalam gundukan bulat. Gambar itu diambil kamera, Eksperimen Pencitraan Resolusi Tinggi, di Mars Reconnaissance Orbiter NASA. Ilmuwan NASA mengkonfirmasi adanya ribuan letusan gunung berapi purba di Mars.


KOMPAS.com - Badan antariksa nasional Amerika Serikat (NASA) mengkonfirmasi adanya ribuan letusan gunung berapi purba yang masif pernah terjadi di planet Mars.

Beberapa gunung berapi Mars ini dapat menghasilkan letusan yang sangat dahsyat, sehingga dapat melepaskan lautan debu dan gas beracun ke udara.

Akibatnya, letusan gunung ini pun dapat menghalangi sinar matahari dan mengubah iklim planet selama beberapa dekade.

Baru-baru ini, para ulmuwan menemukan bukti ribuan letusan gunung berapi purba di mars atau yang mereka sebut sebagai letusan super, yang merupakan ledakan vulkanik paling dahsyat yang pernah diketahui.

Para ilmuwan menemukan bukti itu dengan mempelajari topografi dan komposisi mineral dari sebagian wilayah Arabia Terra di Mars utara, dilansir dari Phys, Kamis (16/9/2021).

Letusan gunung berapi Mars ini memuntahkan uap air, karbon dioksida dan sulfur dioksida ke udara, serta ledakan ini pun merobek permukaan planet Mars hampir selama periode 500 juta tahun, pada sekitar 4 miliar tahun yang lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

 

Studi dan temuan bukti dari para ilmuwan NASA tentang ribuan letusan gunung berapi purba di Mars ini telah dilaporkan para ilmuwna dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada Juli 2021.

"Setiap letusan ini akan memiliki dampak iklim yang signifikan, mungkin gas yang dilepaskan membuat atmosfer lebih tebal atau menghalangi Matahari dan membuat atmosfer menjadi lebih dingin," kata Patrick Whelley, ahli geologi di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.

Whelley yang memimpin analisis Arabia Terra di utara planet Mars ini menambahkan bahwa pemodel iklim Mars akan memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencoba memahami dampak letusan super gunung berapi Mars.

Setelah ledakan dahsyat gunung berapi ini menyebarkan selimut abu tebal hingga ribuan mil dari lokasi letusan, gunung berapi sebesar ini runtuh menjadi lubang raksasa yang disebut kaldera.

Kaldera, yang juga ada di Bumi, lebarnya bisa puluhan mil. Tujuh kaldera di Arabia Terra adalah hadiah pertama bahwa wilayah itu mungkin pernah menjadi tuan rumah gunung berapi Mars yang mampu meletus dengan super kuat.

Sebelumnya, cekungan besar di permukaan Mars ini dianggap sebagai depresi akibat dampak tubrukan asteroid pada miliaran tahun yang lalu.

Namun pada studi tahun 2013, akhirnya para ilmuwan mulai mengusulkan bahwa cekungan itu adalah kaldera vulkanik, yang kemudian dikonfirmasi ilmuwan NASA bahwa cekungan itu terbentuk dari ribuan letusan gunung berapi purba yang dahsyat di planet Mars ini.

Baca juga: Letusan Gunung Berapi Jadi Pemicu Kepunahan Massal 450 Juta Tahun Lalu

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.